Pasuruan, Sigap88 – Peringatan Haul Kiai Abdul Hamid ke – 41 digelar di Kota Pasuruan pada Rabu (5/10/2022).
Ratusan ribu jamaah dari berbagai daerah se Indonesia nampak memenuhi area Ponpes Salafiyah, Masjid Jami’ Al- Anwar hingga ke alun-alun Kota Pasuruan.

Kepala daerah dari sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur juga turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya Walikota Pasuruan, Syaifullah Yusuf, Wawali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, Bupati Sidoarjo, Ahmad Mudlor, Bupati Lumajang Thoriqul Haq hingga Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo.

Selain itu, tokoh-tokoh dan ulama nasional dan ulama juga hadir, seperti Menpan RB Abdullah Azwar Annas, Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, Wakil Ketum PBNU, KH Zulfa Mustofa, Rois Am PBNI, KH Miftahul Akyar, KH Bahaudin Nur Salim (Gus Baha), KH Ali Masyuri, dan puluhan ulama lain.

Baca Juga  DPRD Kabupaten Pasuruan Sahkan 3 Raperda Strategis

Dalam kesempatan ini, Walikota Pasuruan, Syaifullah Yusuf, menyatakan jika peringatan Haul Kiai Abdul Hamid pada tahun ini semakin meningkat dari pada tahun sebelumnya.

“Jamaah haul yang hadir semakin tahun semakin meningkat.Hal ini patut kita syukuri karena bisa berkumpul dengan orang-orang alim,” tutur Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Banyaknya jamaah yang hadir dalam mencari berkah dalam peringatan Haul KH. Abdul Hamid, ini menjadikan Pemkot Pasuruan menyiapkan sebanyak 30 sound system yang dipasang di berbagai sudut jalanan Kota Pasuruan.

Baca Juga  Polemik Perumahan AB Jaya Mulai Ada Titik Terang

Hal ini dilakukan agar para jamaah bisa mengikuti jalannya haul dari berbagai tempat sehingga mencegah penumpukan jamaah di Alun-Alun Kota Pasuruan.

“Kita siapkan 30 sound system di sudut-sudut jalan agar masyarakat bisa mengikuti haul dengan lebih leluasa,” terangnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Salafiyah sekaligus putra Kyai Abdul Hamid, KH. M. Idris Abdul Hamid, mengungkapkan jika banyaknya jamaah yang hadir menjadi bukti jika hubungan spiritual antara guru, ulama dan muridnya tak pernah putus.

“Tradisi ini cuma ada di lembaga pesantren, lembaga pendidikan Islam. Oleh karenanya karakter pendidikan seperti ini harus dipertahankan mati-matian,” ujar Gus Idris.

Baca Juga  Sejumlah LSM di Pasuruan, Soroti Tambang Pasir PT Indra Bumi Sentosa, Desa Sebalong

Gus Idris, juga menghaturkan ucapan terimakasih kepada semua jamaah yang hadir. Tidak lupa pula ia sampaikan permintaam maaf karena tidak bisa menyambut satu per satu jamaah yang hadir.

“Saking banyaknya jamaah yang ada, ini yang masak sampai habis beras 12 ton. Masak terus tidak berhenti, ” pungkasnya. (And)

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE