SUMENEP | SIGAP88 — Ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama dalam program Asta Cita pemerintah. Menyokong arah kebijakan tersebut, Polsek Rubaru jajaran Polres Sumenep, melaksanakan pemantauan terhadap ketersediaan sarana produksi pertanian di wilayahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pekarangan Pangan Bergizi, yang digelar pada Rabu (10/6).

Pemantauan dilakukan di Toko Sarana Tani, Desa Rubaru, tempat yang menjadi rujukan utama warga sekitar dalam memenuhi kebutuhan bertani.

Tim yang dipimpin oleh Aiptu CH Umam, selaku anggota Gugus Tugas Polri Penggerak Ketahanan Pangan, meninjau secara langsung persediaan pupuk non-subsidi, bibit tanaman, hingga obat-obatan pertanian. Ketiga komoditas itu menjadi penentu utama keberhasilan usaha tani masyarakat setempat.

Baca Juga  Polsek Kudu Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan Lewat Pendampingan Petani Jagung Jombang

Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, menyampaikan hasil pengamatan di lapangan menunjukkan kondisi persediaan yang relatif aman.

“Secara umum, ketersediaan pupuk, bibit, dan obat pertanian di wilayah ini masih dalam jumlah yang cukup. Stok yang ada saat ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan dasar para petani untuk menjalankan musim tanam mendatang,” ujarnya.

Selain memastikan ketersediaan barang, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi antara aparat dengan kelompok tani dan warga.

Baca Juga  Jembatan Dermaga Rusak Bertahun-tahun, Warga dan Pengusaha Desa Saseel Patungan Perbaiki Secara Swadaya

Dalam pertemuan tersebut, para petani menyatakan kesiapannya untuk mendukung berbagai upaya pemerintah guna memperkuat ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Agar pemantauan dapat berjalan berkelanjutan dan responsif, pihak kepolisian mengajak partisipasi aktif masyarakat.

“Kami menghimbau agar warga segera menyampaikan informasi jika terjadi perubahan terkait ketersediaan sarana pertanian, kenaikan harga yang tidak wajar, maupun kendala lain di lapangan kepada Bhabinkamtibmas. Sinergi ini penting agar langkah pendampingan dan pengawasan dapat dilakukan secara tepat sasaran,” jelas Anang.

Ia menambahkan, kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan wujud peran serta dalam pembangunan.

Baca Juga  H. Kodir: Tudingan Ayik Suhaya ke DPRD - Pemkot Pasuruan Tidak Mendasar

“Ketahanan pangan yang kuat tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak saja. Melalui pengawasan hingga ke tingkat desa, kami berupaya memastikan rantai pasok sarana pertanian tetap terjaga, sehingga produktivitas pertanian masyarakat dapat terus meningkat,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE