SUMENEP | SIGAP88 — Ketergantungan masyarakat Madura terhadap layanan kesehatan di luar pulau untuk penanganan medis tertentu perlahan mulai berkurang.
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mengembangkan layanan penanganan tumor tiroid jinak menggunakan teknologi Radio Frequency Ablation (RFA).
Kehadiran layanan tersebut memberikan alternatif bagi pasien yang membutuhkan penanganan tumor tiroid jinak tanpa harus selalu menjalani operasi terbuka maupun mencari layanan serupa di luar Madura.
RFA merupakan metode minimal invasif yang dilakukan menggunakan energi frekuensi radio untuk menangani jaringan target. Metode ini berbeda dengan pembedahan konvensional yang membutuhkan sayatan operasi.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Erliyati, mengatakan pengembangan layanan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan spesialistik.
“Layanan medis tumor tiroid melalui RFA ini merupakan penanganan yang sangat sederhana karena tanpa dilakukan operasi,” kata Erliyati, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, semakin beragamnya layanan spesialistik di rumah sakit daerah diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan kepada masyarakat ketika membutuhkan penanganan medis tertentu.
Penguatan layanan di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep tidak hanya dilakukan melalui layanan RFA. Rumah sakit tersebut juga mengembangkan Poli Nyeri, layanan kemoterapi, patologi anatomi, serta Gedung Poli Terpadu.
Pengembangan itu berjalan beriringan dengan transformasi sistem pelayanan berbasis digital.
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep telah menerapkan pendaftaran daring, antrean elektronik, serta pembayaran nontunai melalui virtual account.
Sistem tersebut dirancang untuk menyederhanakan alur pelayanan dan memangkas waktu tunggu pasien, mulai dari proses pendaftaran hingga pemeriksaan.
“Kami memperkuat layanan spesialistik melalui pengembangan Poli Nyeri, layanan kemoterapi, patologi anatomi, serta Gedung Poli Terpadu yang menghadirkan ruang pelayanan dan ruang tunggu yang lebih nyaman,” ujar Erliyati.
Bagi masyarakat Madura, hadirnya layanan seperti RFA memiliki arti lebih luas daripada sekadar bertambahnya jenis layanan medis di sebuah rumah sakit.
Pasien dan keluarga kini memiliki peluang untuk mendapatkan penanganan tertentu lebih dekat dengan tempat tinggal, tanpa harus langsung menempuh perjalanan keluar pulau.
Madura memang belum sepenuhnya terbebas dari ketergantungan terhadap layanan kesehatan di luar daerah.
Namun, setiap layanan spesialistik yang hadir lebih dekat dengan masyarakat menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kemandirian pelayanan kesehatan di Pulau Garam.














