Komsos Koramil Pasean bersama kelompok tani di Batukerbuy Pamekasan menghadapi risiko kebakaran musim kemarau
Batituud Koramil 0826-13/Pasean Peltu Abdus Syukur saat melakukan komunikasi sosial bersama Kelompok Tani Jaya Makmur di Desa Batukerbuy, Kecamatan Pasean, Pamekasan.

PAMEKASAN | SIGAP88 – Musim kemarau tak hanya berdampak pada kondisi lahan pertanian, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran di lingkungan permukiman maupun area pertanian. Kondisi itu menjadi perhatian Koramil 0826-13/Pasean.

Pesan kewaspadaan tersebut disampaikan Batituud Koramil 0826-13/Pasean, Peltu Abdus Syukur, saat melakukan komunikasi sosial bersama Kelompok Tani Jaya Makmur yang dipimpin H. Rapik di Dusun Kowel, Desa Batukerbuy, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Selasa (6/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Abdus Syukur mengajak para petani dan warga tidak menganggap sepele aktivitas pembakaran sampah, terutama ketika dilakukan di sekitar lahan pertanian, semak kering, maupun permukiman.

Pada musim kemarau, kondisi lingkungan yang lebih kering membuat api berpotensi menjalar lebih cepat apabila tidak dikendalikan. Karena itu, warga diminta menghindari pembakaran terbuka yang dapat memicu kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, khususnya di sekitar lahan pertanian dan permukiman. Api yang awalnya kecil bisa cepat merambat ketika kondisi lingkungan kering,” ujar Abdus Syukur.

Menurutnya, pencegahan kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan petugas ketika api sudah muncul. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting karena warga merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan masing-masing.

Kelompok tani juga diajak berperan aktif mengingatkan sesama anggota dan masyarakat sekitar agar lebih berhati-hati selama musim kemarau.

Abdus Syukur menekankan, menjaga lingkungan tetap aman merupakan tanggung jawab bersama. Kewaspadaan sederhana, seperti tidak membakar sampah sembarangan dan memastikan sumber api benar-benar padam, dapat menjadi langkah awal untuk mencegah kebakaran.

“Yang paling penting adalah kepedulian dan kewaspadaan bersama. Jangan sampai kelalaian kecil justru menimbulkan kebakaran yang merugikan masyarakat,” katanya.

Komsos tersebut sekaligus menjadi ruang bagi aparat kewilayahan untuk membangun komunikasi langsung dengan kelompok tani dan masyarakat, terutama dalam menghadapi potensi persoalan lingkungan yang meningkat selama musim kemarau.

Pencegahan sejak dini menjadi kunci. Sebelum api membesar dan sulit dikendalikan, kewaspadaan warga menjadi benteng pertama untuk menjaga lahan pertanian dan permukiman tetap aman.

☕
Traktir Kopi SIGAP88
Dukung SIGAP88 untuk terus menghadirkan informasi yang akurat dan terpercaya.
Dukung SIGAP88
📰 Baca Versi E-Paper
Baca berita ini dalam tampilan koran digital SIGAP88.
BUKA VERSI KORAN

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses