JOMBANG | SIGAP88 — Baru mengawali tugasnya di Kabupaten Jombang, Kapolres Jombang AKBP Yanto Mulyanto memilih membuka komunikasi dengan kalangan pesantren dan tokoh agama.
Bukan sekadar agenda perkenalan, kunjungan tersebut menjadi langkah awal kepolisian membangun kemitraan dengan elemen masyarakat yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Jombang.
Yanto bersama sejumlah pejabat utama Polres Jombang melakukan silaturahmi ke sejumlah kiai dan pengasuh pondok pesantren, Selasa (6/10/2026).
Salah satu kunjungan dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ulum, Peterongan. Rombongan Kapolres diterima langsung oleh KH. Cholil Dahlan di kantor sekretariat pesantren.
Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu, Yanto memperkenalkan diri sebagai Kapolres Jombang yang baru sekaligus menyampaikan permohonan doa dan restu untuk menjalankan tugasnya.
“Kami sowan ke Pondok Pesantren Darul Ulum ini, tentu pertama untuk memperkenalkan diri sebagai Kapolres yang baru bertugas di Jombang dan mohon doa restu agar dalam melaksanakan tugas diberikan kelancaran,” ujar Yanto.
Namun, komunikasi dengan pesantren tidak berhenti pada persoalan seremonial.
Yanto menyebut hubungan antara kepolisian dan tokoh agama perlu dibangun secara terbuka. Selain memperkuat kemitraan, komunikasi tersebut menjadi ruang bagi kepolisian untuk menerima masukan mengenai berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, para kiai dan tokoh agama memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial masyarakat Jombang. Karena itu, kepolisian membutuhkan komunikasi yang baik dengan mereka dalam upaya menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Kita juga akan bersilaturahmi dengan sejumlah pondok pesantren lainnya dan kami akan terbuka menerima berbagai saran dan masukan. Ini dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Jombang,” katanya.
Rencana untuk melanjutkan kunjungan ke pesantren lainnya menunjukkan bahwa komunikasi dengan tokoh agama ditempatkan sebagai bagian dari pendekatan kepolisian dalam menjalankan tugas di Jombang.
Bagi kepolisian, menjaga kamtibmas tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum. Deteksi terhadap persoalan sosial, komunikasi dengan masyarakat, serta keterlibatan tokoh yang memiliki pengaruh di lingkungan masing-masing juga menjadi bagian penting untuk mencegah persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan.
Pesantren Buka Ruang Komunikasi
Cholil Dahlan menyambut baik kedatangan Kapolres Jombang dan jajarannya.
Ia menilai silaturahmi antara kepolisian dengan tokoh agama perlu terus dirawat. Menurutnya, komunikasi yang terbuka memungkinkan kedua pihak saling bertukar pandangan mengenai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
“Jalinan silaturahmi ini sangat penting. Kita bisa saling berdiskusi, saling memberi saran dan masukan terutama agar tercipta keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilayah Kabupaten Jombang,” ujar Cholil.
Pertemuan di Pondok Pesantren Darul Ulum menjadi salah satu langkah awal Yanto Mulyanto setelah memimpin Polres Jombang.
Di tengah kompleksitas persoalan masyarakat, komunikasi lintas elemen menjadi penting agar kepolisian tidak hanya hadir ketika persoalan telah muncul, tetapi juga mampu membangun ruang dialog untuk membaca potensi persoalan sejak dini.
Bagi Jombang, sinergi antara aparat keamanan, pesantren, tokoh agama dan masyarakat akan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga daerah tetap aman sekaligus kondusif.

















