Propam Polda Jatim Periksa Personel Polres Jember, Uji Urine dan Ponsel Tak Temukan Indikasi Narkoba maupun Judi Online

0
1260

JEMBER | SIGAP88 — Integritas institusi kepolisian tidak hanya diuji ketika anggota berada di tengah masyarakat. Ia juga diuji dari seberapa serius institusi melakukan pengawasan terhadap dirinya sendiri.

Prinsip itulah yang tercermin dalam kegiatan deteksi dini penyalahgunaan narkoba dan pemeriksaan telepon genggam personel yang dilakukan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Timur di Polres Jember, Rabu (22/7/2026).

Pemeriksaan tersebut menyasar personel Polres Jember dan jajaran polsek. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi terhadap potensi pelanggaran, termasuk penyalahgunaan narkoba dan keterlibatan dalam aktivitas judi online.

Kegiatan dipimpin Ipda Siswandoko dan dipantau langsung Wakapolres Jember Kompol Antonio Effan Sulaiman bersama Kasi Propam Polres Jember Iptu Suwito Nur.

Pengawasan Internal Dimulai dari Tubuh Institusi Sendiri

Dalam proses pemeriksaan, personel menjalani pengambilan sampel urine dengan pendampingan anggota Propam. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan proses berjalan sesuai prosedur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tidak berhenti pada pemeriksaan urine, Propam juga melakukan pengecekan telepon genggam personel. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi keterlibatan anggota dalam praktik judi online.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan personel yang terindikasi menyalahgunakan narkoba maupun melakukan pelanggaran terkait judi online.

Namun, hasil negatif dari pemeriksaan bukan berarti pengawasan harus berhenti. Justru di situlah pentingnya deteksi dini. Pengawasan internal yang dilakukan secara berkala menjadi instrumen untuk mencegah persoalan sebelum berkembang menjadi pelanggaran yang lebih serius.

Wakapolres Jember Kompol Antonio Effan Sulaiman mengatakan, pemeriksaan tersebut bukan semata-mata untuk mencari kesalahan anggota.

“Alhamdulillah, semua personel yang sudah diperiksa tidak ada indikasi melakukan penyalahgunaan narkoba maupun pelanggaran terkait judi online,” kata Antonio.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah preventif untuk memastikan seluruh personel tetap menjaga profesionalisme, etika, dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Integritas Polri Tidak Cukup Dibangun dengan Pernyataan

Dalam institusi penegak hukum, integritas tidak cukup dibangun melalui slogan atau pernyataan resmi. Integritas harus diuji melalui mekanisme pengawasan yang nyata, termasuk ketika pengawasan itu diarahkan kepada anggota sendiri.

Penyalahgunaan narkoba dan judi online bukan sekadar persoalan pribadi apabila melibatkan personel kepolisian. Keduanya dapat berpengaruh terhadap disiplin, profesionalisme, bahkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi yang memiliki kewenangan besar dalam penegakan hukum.

Karena itu, pemeriksaan internal semacam ini memiliki makna yang lebih luas. Ia bukan hanya tentang menemukan ada atau tidaknya pelanggaran, tetapi juga tentang membangun sistem pencegahan.

Bagi Polres Jember, hasil pemeriksaan yang tidak menemukan indikasi pelanggaran menjadi catatan positif. Namun, konsistensi pengawasan tetap menjadi kunci.

Sebab, kepercayaan publik tidak dibangun dalam satu kegiatan pemeriksaan. Kepercayaan lahir dari konsistensi: konsisten menjaga disiplin, konsisten menegakkan aturan, dan konsisten berani melakukan pengawasan terhadap tubuh institusi sendiri.

Melalui deteksi dini yang dilakukan secara berkala, Polres Jember berupaya menjaga agar personelnya tetap berada dalam koridor profesionalisme dan integritas.

Pada akhirnya, wajah institusi kepolisian di mata masyarakat tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan menangani perkara di lapangan, tetapi juga oleh kesanggupan institusi memastikan bahwa setiap anggotanya bebas dari perilaku yang dapat merusak kepercayaan publik.