Polisi Jogo Sekolah, Upaya Polresta Sumenep Menjaga Rasa Aman Pelajar

0
250

SUMENEP | SIGAP88 — Sekolah semestinya menjadi tempat anak-anak belajar, bertumbuh, dan merajut cita-cita tanpa dibayangi rasa takut. Di balik aktivitas belajar mengajar, ada kebutuhan mendasar yang tak boleh diabaikan: lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mampu melindungi para pelajar dari berbagai potensi gangguan.

Kesadaran itulah yang menjadi salah satu landasan Polresta Sumenep menggelar apel Satgas Pre-Emptive Strike Polisi Jogo Sekolah di Lapangan Apel Tribrata Polresta Sumenep, Kamis (29/10/2026) pagi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pencegahan dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan pendidikan. Bukan semata soal kesiapan personel, tetapi juga bagaimana kehadiran polisi dapat memberi rasa aman bagi siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.

Apel diikuti jajaran personel Polresta Sumenep serta dihadiri perwakilan guru dan siswa dari sejumlah sekolah di Kabupaten Sumenep.

Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel dalam menjalankan tugas kepolisian, terutama melalui langkah preventif dan pendekatan humanis di lingkungan pendidikan.

“Program Polisi Jogo Sekolah diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Polri, pihak sekolah, tenaga pendidik, dan para pelajar dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman serta mencegah berbagai potensi permasalahan yang dapat mengganggu proses belajar mengajar,” ujarnya.

Lebih dari Sekadar Menjaga Keamanan

Bagi seorang pelajar, rasa aman di sekolah bukan perkara kecil. Lingkungan yang terlindungi memberi ruang bagi mereka untuk berkonsentrasi, berinteraksi dengan teman sebaya, mengikuti pelajaran, dan mengembangkan kemampuan tanpa terganggu persoalan keamanan.

Karena itu, upaya menjaga sekolah tidak cukup hanya mengandalkan pengawasan. Diperlukan komunikasi yang baik, keteladanan, serta keterlibatan semua pihak agar persoalan yang berpotensi mengganggu kehidupan pelajar dapat dikenali dan dicegah sejak dini.

Dalam konteks tersebut, program Polisi Jogo Sekolah diarahkan untuk memperkuat hubungan antara kepolisian, tenaga pendidik, dan siswa. Pendekatan humanis menjadi penting agar kehadiran aparat tidak hanya dipahami sebagai penjaga ketertiban, tetapi juga sebagai bagian dari upaya bersama melindungi generasi muda.

Ariek juga menegaskan bahwa kehadiran Polri di lingkungan pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelajar mengenai pentingnya disiplin, kepatuhan terhadap aturan, serta tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

“Polresta Sumenep berkomitmen untuk terus memperkuat langkah pencegahan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Sumenep,” tandasnya.

Perlindungan yang Membutuhkan Kerja Bersama

Mewujudkan sekolah yang aman tidak bisa dibebankan kepada satu pihak. Kepolisian memiliki peran dalam pencegahan gangguan keamanan, sementara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial turut menentukan bagaimana anak-anak tumbuh, berperilaku, serta menghadapi berbagai persoalan.

Kolaborasi tersebut menjadi penting agar upaya perlindungan pelajar tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dalam tindakan nyata yang dirasakan warga sekolah.

Melalui Polisi Jogo Sekolah, Polresta Sumenep berharap tercipta lingkungan pendidikan yang terlindungi, harmonis, dan mendukung tumbuhnya generasi muda yang disiplin serta berprestasi.

Pada akhirnya, keberhasilan menjaga sekolah bukan hanya diukur dari kesiapan aparat saat apel berlangsung, melainkan juga dari rasa aman yang dirasakan pelajar ketika mereka datang untuk belajar, menjalani aktivitas sehari-hari, dan pulang membawa harapan akan masa depan yang lebih baik.