PAMEKASAN | SIGAP88 — Pengusaha muda Ali Zainal Abidin memaknai penghargaan yang diterimanya sebagai amanah untuk terus memberi manfaat kepada masyarakat. Di tengah penganugerahan Tokoh Nusantara 2026, ia berbicara tentang regenerasi kepemimpinan, peran pemuda dalam sejarah, hingga sikapnya yang tidak berniat terjun ke politik praktis.
Founder Yayasan Bani Insan Peduli (BIP) itu menerima Influential Leader Awards 2026 dalam kategori “Tokoh Muda Inovator Bisnis yang Sangat Peka terhadap Permasalahan Sosial di Indonesia”.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Pusat Kajian Tokoh-Tokoh Nusantara, M. Kurjum, dalam acara Sarasehan Budaya sekaligus Temu Tokoh, Pemuda, dan Budayawan Madura di Bundaran Monumen Arek Lancor, Pamekasan, Rabu (28/10/2026) malam.
Ali mengaku tidak menyangka akan menerima penghargaan tersebut. Baginya, pengakuan itu justru menghadirkan tanggung jawab yang tidak ringan.
“Tanpa sedikit pun menduga, tiba-tiba datang di hadapan saya satu penghargaan yang tentunya berat buat saya memikul amanah ini. Penghargaan Tokoh Nusantara ini kok berat sekali buat saya,” ujar Ali dalam sambutannya.
Di hadapan para tokoh dan pemuda yang hadir, Ali mengaitkan makna penghargaan tersebut dengan sejarah kepemimpinan generasi muda. Ia mengingatkan bahwa perubahan besar dalam sejarah tidak selalu dimulai oleh mereka yang berusia matang.
Menurut Ali, sejarah peradaban Islam memberikan pelajaran tentang besarnya peran anak muda dalam memikul tanggung jawab kepemimpinan.
“Saya teringat zaman Nabi Muhammad, ternyata ada 10 sahabat Nabi Muhammad selain Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Utsman, Sayyidina Umar, Sayyidina Ali. Usianya tidak ada yang di atas 40 tahun. Semuanya di bawah 30, bahkan tujuh di antaranya usianya di bawah 20 tahun,” tuturnya.
Ia berharap semangat tersebut tumbuh di kalangan generasi muda Pamekasan. Peringatan Sumpah Pemuda, menurutnya, perlu menjadi momentum untuk menyiapkan generasi yang berani mengambil tanggung jawab bagi masa depan daerah dan bangsa.
“Karenanya, di zaman Nabi sekalipun peradaban dipikul oleh pemuda-pemuda. Harapan besar bagi Bang Ali, mudah-mudahan nanti muncul lagi pemuda-pemuda Pamekasan yang akan memikul tongkat kepemimpinan,” katanya.
Mengingat Jasa M. Tabrani
Dalam sambutannya, Ali juga mengangkat sosok M. Tabrani, tokoh asal Pamekasan yang memiliki peran penting dalam sejarah perumusan gagasan bahasa persatuan Indonesia.
Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, mengenali kembali kontribusi tokoh daerah dalam perjalanan kebangsaan.
“Tanpa beliau, kita tidak mungkin sampai detik ini memakai Bahasa Indonesia. Dari manakah M. Tabrani ini? Dari Kota Pamekasan,” tegasnya.
Ali kemudian mengutip ungkapan yang populer dikaitkan dengan Presiden pertama RI, Soekarno, mengenai kekuatan pemuda dalam mengubah dunia.
“Give me ten youth, and I will shake the world.”
Ia menilai Pamekasan memiliki banyak anak muda dengan potensi dan masa depan yang dapat dikembangkan. Tantangannya adalah mengarahkan potensi tersebut agar menjadi kekuatan nyata untuk membangun masyarakat.
“Sekarang di Pamekasan bukan hanya sepuluh pemuda, banyak pemuda yang siap dengan kariernya, banyak pemuda yang siap dengan masa depannya,” ujarnya.
Tegaskan Tidak Berniat Masuk Politik Praktis
Ali juga menanggapi doa seorang profesor yang berharap dirinya kelak menjadi bupati hingga gubernur.
Ia menyatakan tidak memiliki niat untuk terjun ke politik praktis. Sikap tersebut, kata dia, sejalan dengan pesan mendiang ibundanya agar dirinya tidak masuk ke gelanggang politik, tetapi tetap menjalin hubungan baik dengan semua kalangan politik.
“Tadi ada Prof yang mendoakan saya nantinya menjadi Bupati dan Gubernur. Mohon izin, Bapak Prof, saya katakan, tidak ada sedikit pun niat untuk masuk dunia politik. Ini ada wasiat dari umi saya almarhumah, jangan sekali-kali kamu masuk gelanggang politik, tapi Ali silakan kamu bersahabat kepada semua politik,” ungkapnya.
Ali menegaskan, harapan yang ingin diwujudkannya bukanlah jabatan politik, melainkan kesempatan untuk terus memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Oleh karenanya, saya pribadi minta tolong kepada semua masyarakat Pamekasan, cukup doakan saya mudah-mudahan menjadi sosok yang khairunnas anfauhum linnas, sebaik-baik manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya,” ucapnya menutup sambutan.
Bisnis yang Berjalan Bersama Kepedulian Sosial
Di luar aktivitas usahanya, Ali menjalankan berbagai kegiatan sosial melalui Yayasan Bani Insan Peduli. Berdiri pada akhir 2023, yayasan tersebut bergerak dalam penanganan kemiskinan, rehabilitasi madrasah, bantuan bencana, hingga program bedah rumah layak huni.
Kepedulian sosial itu juga dijalankan melalui Central 88 Gold & Jewellery dengan konsep Membeli Sambil Berbagi (MBG).
Melalui program tersebut, 100 persen keuntungan bersih penjualan emas disalurkan untuk menyantuni anak yatim dan kaum duafa di sejumlah wilayah, termasuk Madura, Malang, hingga Yogyakarta.
Konsistensinya dalam kegiatan sosial, khususnya kepedulian terhadap anak yatim, membuat Ali dikenal dengan julukan “Abul Yatama” atau Bapak Anak Yatim. Ia juga pernah mendapat pengakuan melalui Rekor MURI dalam kegiatan santunan massal.
Penghargaan Influential Leader Awards 2026 menambah catatan perjalanan Ali dalam bidang usaha dan kegiatan sosial. Namun, pesan yang disampaikannya pada malam penganugerahan tersebut melampaui seremoni penghargaan: pentingnya menyiapkan generasi penerus, membuka ruang bagi pemuda untuk mengambil peran, dan menjadikan kemanfaatan bagi sesama sebagai ukuran pengabdian.
















