Gubernur Jatim Gelar Pasar Murah di Pacitan, Bantu Jaga Daya Beli Warga

0
118
Pasar murah ke-166 di halaman Kantor Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan
Pasar murah ke-166 di halaman Kantor Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan

PACITAN | SIGAP88 — Selisih harga bahan pokok menjadi daya tarik pasar murah Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan. Dalam kegiatan yang telah memasuki pelaksanaan ke-166 itu, sejumlah kebutuhan dapur dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.

Beras, gula pasir, minyak goreng, telur, daging ayam, cabai, bawang merah, bawang putih hingga tepung terigu tersedia dalam kegiatan yang berlangsung sejak siang hingga sore tersebut. Warga memanfaatkan kesempatan itu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan pengeluaran lebih hemat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pasar murah merupakan salah satu upaya pemerintah mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga daya beli dan membantu mengendalikan inflasi.

“Kami ingin masyarakat semakin mudah mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Pasar murah ini menjadi ikhtiar bersama untuk membantu meringankan pengeluaran keluarga sekaligus menjaga daya beli masyarakat,” kata Khofifah dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

Menurut Khofifah, pelaksanaan pasar murah di berbagai daerah diharapkan dapat memperluas jangkauan masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih bersahabat.

“Kita lakukan di berbagai titik, harapannya bisa mendekatkan penjangkauan daya beli masyarakat, kedua ini pasti penetrasi inflasi,” katanya.

Beras SPHP Dijual Rp11.000 per Kilogram

Salah satu komoditas yang ditawarkan dalam pasar murah tersebut adalah beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp11.000 per kilogram. Untuk kemasan lima kilogram, masyarakat cukup membayar Rp55.000.

Harga itu berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP sebesar Rp12.500 per kilogram. Sementara itu, harga beras medium di Kabupaten Pacitan tercatat Rp13.416 per kilogram.

Beras premium juga tersedia dengan harga Rp14.000 per kilogram atau Rp70.000 untuk kemasan lima kilogram. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga beras premium di pasaran setempat yang tercatat Rp14.800 per kilogram.

Perbedaan harga juga terlihat pada sejumlah komoditas lain. Gula pasir dijual Rp14.000 per kilogram, sedangkan harga lokal tercatat Rp18.000 per kilogram. Minyak goreng ditawarkan Rp13.000 per liter.

Telur ayam ras tersedia sebanyak 200 kemasan dengan harga Rp20.000 per kemasan. Sementara itu, daging ayam ras disediakan sebanyak 100 kemasan dengan harga Rp32.000 per kemasan.

Untuk komoditas cabai, cabai merah besar dan cabai rawit merah dijual Rp5.000 per paket berisi 200 gram, dengan total persediaan mencapai 30 kilogram.

Bawang merah dan bawang putih masing-masing disediakan sebanyak 20 kilogram. Kedua komoditas itu dijual Rp6.000 per kemasan 250 gram atau setara Rp24.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga lokal yang tercatat Rp28.666 per kilogram.

Adapun tepung terigu dijual Rp10.000 per kilogram, sementara harga di pasaran setempat tercatat Rp12.166 per kilogram.

Pasokan dan Distribusi Jadi Perhatian

Khofifah menegaskan, upaya menjaga keterjangkauan harga tidak cukup hanya melalui penjualan bahan pokok dengan harga lebih rendah. Ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi juga perlu dijaga agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga harus kita jaga bersama. Karena itu, kami menyiapkan beras dan berbagai kebutuhan pokok lainnya agar pasar murah ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, penghematan belanja kebutuhan pokok dapat memberikan ruang bagi keluarga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Bagi keluarga, penghematan belanja kebutuhan pokok tentu sangat berarti. Di setiap pasar murah yang digelar di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur, kami meyakini manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Khofifah juga mengajak seluruh pihak memperkuat kerja sama dalam menjaga stabilitas pasokan dan distribusi pangan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih tenang.

“Tentunya kami mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kerja sama menjaga pasokan dan kelancaran distribusi pangan. Harapannya, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih tenang dan daya beli tetap terjaga,” pungkasnya.

Di penghujung kegiatan, Khofifah mengundi sekaligus menyerahkan hadiah kepada warga berupa lima unit kipas angin dan lima unit kompor gas. Pembagian hadiah tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.