MOJOKERTO | SIGAP88 — Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tidak hanya diisi agenda seremonial. Pemerintah Provinsi Jawa Timur membawa momentum tersebut ke tengah masyarakat melalui Pasar Murah yang digelar di Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Blitar pada 4–5 Oktober 2026.

Program ini menyasar kebutuhan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari warga: pangan.

Sejumlah bahan pokok dijual dengan harga terjangkau, mulai dari beras, minyak goreng, gula, telur, tepung hingga komoditas hortikultura. Di dua lokasi tersebut, masyarakat juga mendapat bantuan pangan dan kesempatan memperoleh hadiah undian.

Di Kabupaten Mojokerto, Pasar Murah HUT Jatim ke-81 berlangsung di halaman Kantor Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal, Minggu (4/10/2026) sore.

Kegiatan tersebut merupakan Pasar Murah ke-158 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Gelaran di Mojokerto menjadi bagian dari rangkaian Pasar Murah dalam momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir dan menyerahkan bantuan berupa beras kemasan lima kilogram serta telur ayam kepada masyarakat.

Harga komoditas yang ditawarkan menjadi salah satu daya tarik utama. Beras premium dijual Rp14.000 per kilogram, sedangkan beras medium Rp11.000 per kilogram.

Minyak goreng tersedia Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per kemasan, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, dan gula pasir Rp14.000 per kilogram.

Untuk kebutuhan bumbu dapur, bawang putih dan bawang merah masing-masing dijual Rp6.000 per 250 gram. Paket cabai dibanderol Rp5.000 per 200 gram, sementara daging ayam ras tersedia Rp32.000 per kemasan.

Bagi masyarakat yang sehari-hari harus mengatur pengeluaran rumah tangga secara ketat, selisih harga kebutuhan pokok bukan sekadar angka. Penghematan pada sejumlah komoditas dapat membantu menjaga ruang belanja untuk kebutuhan lainnya.

Bukan Sekadar Belanja Murah

Pasar Murah di Mojokerto juga diwarnai pembagian hadiah undian. Lima kipas angin dan lima kompor gas disiapkan bagi warga yang hadir.

Diah (31), warga Desa Ngrowo, datang bersama anaknya untuk berbelanja kebutuhan pokok. Ia mengaku tidak menyangka mendapatkan hadiah kipas angin.

“Alhamdulillah senang sekali. Tidak menyangka, mau belanja tetapi pulang membawa kipas angin. Matur nuwun Ibu Khofifah,” ujar Diah.

Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar di wilayahnya.

“Semoga Pasar Murah seperti ini bisa sering-sering ada. Sukses selalu untuk Jawa Timur,” katanya.

Namun, nilai utama kegiatan tersebut bukan semata hadiah. Kehadiran komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau menjadi bentuk intervensi pemerintah untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.

Sehari Kemudian Bergeser ke Blitar

Pasar Murah HUT Jatim ke-81 berlanjut ke Kabupaten Blitar pada Senin (5/10/2026).

Kegiatan digelar di Lapangan SDN Kademangan, Kecamatan Kademangan, mulai pukul 14.00 WIB.

Komoditas yang disediakan antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, dan telur ayam ras Rp20.000 per kemasan.

Daging ayam ras dijual Rp32.000 per kemasan. Sedangkan bawang putih dan bawang merah masing-masing Rp6.000 per 250 gram serta paket cabai Rp5.000 per 200 gram.

Di Blitar, bantuan juga diarahkan kepada kelompok masyarakat lanjut usia melalui pembagian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan lima kilogram.

Pasar Murah tersebut sekaligus melibatkan produk UMKM. Khofifah membeli sejumlah produk UMKM untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Pengundian hadiah bagi pengunjung dilakukan bersama Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah. Kipas angin dan kompor gas menjadi bagian dari hadiah yang disiapkan.

Pemerintah Ingin Jangkauan Tidak Terpusat

Khofifah mengatakan Pasar Murah dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan sekaligus menjaga daya beli.

“Kita ingin mendekatkan penjangkauan kepada konsumen. Sehingga lewat Pasar Murah ini kita mencoba menyapa lebih merata daerah-daerah yang ada di Jawa Timur ini,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi SIGAP88, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, peringatan Hari Jadi Jawa Timur harus diterjemahkan dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Momentum tersebut mengusung tema “Jawa Timur Unggul, Maju, dan Berkelanjutan.”

“Ini berarti kita harus berbenah di semua sektor, termasuk pengendalian ekonomi dan menjaga stabilitas masyarakat,” ujarnya.

Upaya menjaga pangan, kata Khofifah, membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah, Bulog, pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan bahan pangan.

Bagi Pemprov Jatim, Pasar Murah menjadi salah satu cara untuk membawa kebijakan pengendalian pangan lebih dekat kepada konsumen.

Dan bagi warga, ukuran keberhasilan program sederhana: apakah kebutuhan pokok lebih mudah diperoleh dan apakah harga yang ditawarkan benar-benar membantu meringankan belanja rumah tangga.

Dua hari pelaksanaan di Mojokerto dan Blitar menjadi bagian dari upaya tersebut dalam rangkaian HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur.

☕
Traktir Kopi SIGAP88
Dukung SIGAP88 untuk terus menghadirkan informasi yang akurat dan terpercaya.
Dukung SIGAP88
📰 Baca Versi E-Paper
Baca berita ini dalam tampilan koran digital SIGAP88.
BUKA VERSI KORAN

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses