SURABAYA | SIGAP88 – PT Pelindo Terminal Petikemas mengambil langkah strategis melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) dengan melakukan restrukturisasi jajaran direksi sekaligus menyederhanakan struktur organisasi perusahaan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan serta mempercepat transformasi bisnis di tengah dinamika industri kepelabuhanan dan logistik nasional.

Dalam RUPS-LB tersebut, pemegang saham memutuskan memberhentikan Ady Sutrisno dari jabatannya sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM). Bersamaan dengan itu, pemegang saham juga menetapkan susunan direksi baru melalui penggabungan sejumlah fungsi strategis guna meningkatkan efektivitas organisasi, memperkuat koordinasi, serta mendorong efisiensi operasional perusahaan.

Berdasarkan keputusan RUPS-LB, M. Adji kembali dipercaya memimpin perusahaan sebagai Direktur Utama. Sementara itu, Kiki M. Hikmat ditunjuk sebagai Direktur Komersial, Muhajir Djurumiah sebagai Direktur Operasi dan Teknik, serta Yogi Firdaus sebagai Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko.

Selain perubahan personel, RUPS-LB juga menyetujui penyesuaian nomenklatur sejumlah jabatan direksi. Jabatan Direktur Strategi dan Komersial diubah menjadi Direktur Komersial. Selanjutnya, jabatan Direktur SDM digabung dengan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko menjadi Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko. Adapun jabatan Direktur Operasi dan Direktur Teknik dilebur menjadi Direktur Operasi dan Teknik sebagai bagian dari penyederhanaan struktur organisasi.

Sebelum restrukturisasi tersebut, jajaran direksi PT Pelindo Terminal Petikemas terdiri atas M. Adji sebagai Direktur Utama, Muarip sebagai Direktur Operasi, Ady Sutrisno sebagai Direktur SDM yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Teknik, Endot Endrardono sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, serta Rima Novianti sebagai Direktur Strategi dan Komersial.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan perubahan nomenklatur jabatan direksi merupakan bagian dari keputusan RUPS-LB yang bertujuan menyesuaikan struktur organisasi dengan kebutuhan perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis yang terus berkembang.

“RUPS juga memutuskan perubahan nomenklatur jabatan Direksi dari semula Direktur Strategi dan Komersial menjadi Direktur Komersial, Direktur SDM serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko menjadi Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko, serta Direktur Operasi dan Direktur Teknik menjadi Direktur Operasi dan Teknik,” ujarnya, Senin(29/6) di Surabaya

Menurut Widyaswendra, perubahan kepengurusan merupakan dinamika yang lazim dalam sebuah organisasi. Kepemimpinan baru diyakini mampu melanjutkan agenda transformasi perusahaan sekaligus memperkuat kinerja PT Pelindo Terminal Petikemas dalam menghadirkan layanan terbaik bagi seluruh pengguna jasa.

“Perubahan kepengurusan merupakan proses yang wajar dalam sebuah organisasi. Kami meyakini kepemimpinan baru akan melanjutkan transformasi perusahaan serta memperkuat kinerja PT Pelindo Terminal Petikemas dalam memberikan layanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa,” pungkasnya.

Sebagai subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, PT Pelindo Terminal Petikemas mengemban peran strategis dalam pengelolaan bisnis terminal peti kemas nasional. Perusahaan ini dibentuk sebagai bagian dari transformasi pascaintegrasi Pelindo yang efektif berlaku sejak 1 Oktober 2021.

Hingga saat ini, PT Pelindo Terminal Petikemas mengelola 32 terminal peti kemas yang tersebar di berbagai wilayah strategis Indonesia dengan dukungan tujuh anak perusahaan. Melalui jaringan terminal yang terintegrasi, perusahaan terus memperkuat layanan kepelabuhanan yang andal, efisien, dan berstandar internasional guna mendukung kelancaran arus logistik nasional serta meningkatkan daya saing pelabuhan Indonesia di tingkat global.

Restrukturisasi direksi yang diputuskan melalui RUPS-LB tersebut diharapkan semakin memperkuat langkah transformasi PT Pelindo Terminal Petikemas dalam menghadirkan layanan terminal peti kemas yang modern, efisien, dan berdaya saing, sekaligus mendukung penguatan ekosistem logistik nasional.