CUPERTINO | SIGAP88 — Konsumen yang berencana mengganti ponsel ke generasi terbaru iPhone kemungkinan harus menyiapkan anggaran lebih besar. Lini iPhone 18 Series yang diperkirakan meluncur pada September 2026 disebut-sebut berpotensi mengalami kenaikan harga akibat meningkatnya biaya produksi, terutama dipicu krisis pasokan chip memori global.

Laporan terbaru dari Counterpoint Research memperkirakan biaya komponen yang harus ditanggung Apple meningkat hingga sekitar 300 dolar Amerika Serikat per unit. Kondisi tersebut dinilai dapat mendorong perusahaan meneruskan sebagian beban biaya kepada konsumen untuk menjaga margin keuntungan.

“Dampak kenaikan biaya produksi akan dibebankan langsung kepada konsumen demi menjaga margin keuntungan,” tulis Counterpoint Research dalam laporannya.

Jika proyeksi tersebut terealisasi, harga iPhone 18 Pro diperkirakan naik sekitar Rp3,4 juta dibanding generasi sebelumnya. Sementara varian tertinggi iPhone 18 Pro Max disebut berpotensi dipasarkan mulai 1.399 dolar AS, meningkat dari 1.199 dolar AS pada seri sebelumnya. Dengan kurs saat peluncuran, harga globalnya diperkirakan dapat mendekati Rp24 juta, sebelum pajak dan biaya distribusi di masing-masing negara.

Krisis Chip Memori Jadi Pemicu

Kenaikan biaya produksi tidak lepas dari melonjaknya harga komponen memori, khususnya NAND Flash dan DRAM, yang dilaporkan mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Lonjakan permintaan server kecerdasan buatan (AI) dan pembangunan pusat data berskala besar membuat kapasitas produksi chip memori lebih banyak dialihkan untuk memenuhi kebutuhan industri tersebut. Akibatnya, pasokan bagi produsen smartphone premium menjadi semakin terbatas.

Situasi itu diperparah dengan strategi sejumlah produsen memori besar yang memprioritaskan segmen AI dibanding perangkat konsumen.

Apple Siapkan Peningkatan Hardware

Di tengah tekanan biaya produksi, Apple disebut tetap menghadirkan sejumlah pembaruan pada lini iPhone 18.

Berdasarkan bocoran unit dummy yang beredar, ukuran Dynamic Island dikabarkan akan menyusut sekitar 35 persen, sehingga memberikan ruang layar yang lebih luas tanpa menghilangkan fitur Face ID yang tetap terintegrasi di dalam modul tersebut.

Apabila bocoran tersebut benar, pengguna akan memperoleh tampilan layar yang lebih lega dengan desain yang lebih modern.

Perpaduan peningkatan spesifikasi perangkat keras dan kenaikan biaya komponen membuat harga iPhone generasi terbaru diperkirakan sulit dipertahankan pada level sebelumnya. Meski demikian, seluruh informasi mengenai spesifikasi maupun harga masih bersifat prediksi hingga Apple memberikan pengumuman resmi menjelang peluncuran produknya.