
SUMENEP | SIGAP88 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus mengakselerasi penguatan sektor perikanan melalui kemitraan strategis lintas sektor guna memperkuat rantai pasok komoditas hasil perikanan.
Terbaru, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tripartit bersama salah satu BUMN yaitu PT Perikanan Indonesia serta pihak swasta CV Bhumiagri Nawasena Perkasa di Ruang Rapat Besar Kantor Pusat PT Perikanan Indonesia, Jalan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Senin (13/4/2026)
Achmad Fauzi mengatakan bahwa potensi perikanan Sumenep sangat besar, namun membutuhkan dukungan kemitraan strategis agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
“Melalui kemitraan ini, kami ingin memastikan hasil perikanan Sumenep mampu menembus pasar yang lebih luas dengan kualitas yang terjamin dan berdaya saing tinggi,” ujar Fauzi di Sumenep, Selasa(14/4)
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Achmad Fauzi didampingi oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Agus Sulistiyono.
Achmad Fauzi menegaskan, kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sistem rantai pasok perikanan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Juga memastikan nelayan mendapatkan nilai tambah yang lebih besar dari setiap hasil tangkapan mereka,” jelas Bupati Sumenep
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Agus Sulistiyono, menambahkan, kerjasama tersebut akan difokuskan pada penguatan sistem distribusi, peningkatan kualitas produk, hingga pengembangan hilirisasi hasil perikanan.
“Ke depan, kami akan mendorong sistem rantai pasok yang lebih efisien dan terintegrasi, sehingga hasil perikanan dari nelayan Sumenep tidak hanya terserap dengan baik, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan, pihaknya siap mengawal implementasi kerja sama tersebut agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat nelayan
“Ini bukan sekadar penandatanganan MoU, tetapi bagaimana kami memastikan program ini berjalan efektif di lapangan dan dirasakan langsung oleh para nelayan,” terangnya.
Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Sumenep, sekaligus membuka peluang investasi serta meningkatkan kesejahteraan nelayan sebagai ujung tombak ekonomi maritim daerah













