SUMENEP | SIGAP88 – Kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih banyak yang belum merasakan Makan Bergizi Gratis (MBG) karena, kondisi di kepulauan jumlah anak didik sangat banyak baik negeri atau swasta.

Maka dari itu, anggota DPRD Sumenep dari komisi IV, Syamsul Bahri meminta pemerintah baik pusat maupun daerah bisa menambah dapur MBG di setiap pulau maupun desa.

“Sampai saat ini, MBG kebanyakan yang ada di kepulauan masih belum mencakup keseluruhan lembaga lembaga yang ada,” kata Syamsul Bahri. Selasa (14/04).

Baca Juga  Warga Kepulauan Kangean Resah, Tanker BBM Bersubsidi Hingga Hari ini Belum Juga Tiba

Ia mencontohkan di pulau Pagerungan kecil kecamatan Sapeken ada satu MBG tapi masih belum mencakup keseluruhan lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta.

“Masih banyak kepulauan kepulauan yang belum ada dapur MBG sehingga program presiden belum sepenuhnya terealisasi,” terangnya.

Sedangkan wilayah kepulauan masih terkendala suplai bahan bakunya. “Bahan bakunya harus suplai dari Kabupaten Banyuwangi, itupun harus melalui jadwal kapal dan lihat situasi cuaca” ungkapnya

Baca Juga  Pemkab Jombang Sterilkan Zona Merah dari PKL, Kawasan Alun-Alun Kini Lebih Tertib dan Nyaman

Ia menegaskan, seharusnya Pemerintah daerah harus bisa mengantisipasi permasalahan ini agar MBG dapat terealisasi secepatnya di wilayah kepulauan.

“Pemerintah daerah seharusnya peka dengan permasalahan ini karena anak anak sangat memerlukan asupan gizi yang baik,” imbuhnya

Sementara itu, Kordinator Kecamatan (Korcam) MBG, Kecamatan Sapeken, Dedy membenarkan bahwa di wilayah kecamatan Sapeken masih sangat kekurangan dapur MBG mengingat Jumlah lembaga dan anak didik sangat Bayak sekali.

Baca Juga  Pasca Lebaran Idul Fitri, Pasar Hewan Lenteng Sumenep Membludak

“Banyak pulau dan desa yang belum ada dapur MBGnya, jadi banyak anak yang belum terima MBG,” ucapnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE