Belum lama setelah kebakaran hebat pada Agustus, kawasan Gunung Bromo kembali dilanda api. Kali ini, kebakaran merembet hingga Gunung Kursi dan pemadaman harus mengandalkan helikopter karena titik api sulit dijangkau dari darat.

PROBOLINGGO | SIGAP88 — Gunung Bromo kembali menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Belum lama setelah kawasan tersebut dilanda kebakaran hebat pada Agustus lalu, api kembali muncul di wilayah Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Kebakaran dilaporkan terjadi pada Kamis sore (10/9/2026), sekitar pukul 16.00 WIB. Tiupan angin kencang membuat api berkembang dan bergerak ke arah Lembah Watangan yang dikenal sebagai kawasan Bukit Teletubbies.

Medan yang terjal dan lokasi titik api yang sulit dijangkau membuat upaya pemadaman dari darat menghadapi kendala. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), TNI, Polri serta relawan disiagakan untuk memantau perkembangan api sekaligus mengantisipasi rambatan ke wilayah yang lebih rendah.

Situasi tersebut membuat operasi pemadaman dari udara menjadi pilihan.

Sejak Jumat pagi (11/9), BPBD Jawa Timur mengerahkan helikopter PK-DAP untuk melakukan operasi water bombing di sejumlah titik yang terbakar.

Helikopter tersebut membawa bucket berkapasitas sekitar 1.000 liter sekali angkut. Air untuk operasi pemadaman diambil dari kawasan Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, sebelum dijatuhkan ke titik-titik kebakaran di kawasan Bromo.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengatakan operasi water bombing telah dilakukan sebanyak 17 kali hingga Jumat sekitar pukul 12.00 WIB.

Dengan kapasitas bucket 1.000 liter, total air yang dijatuhkan ke kawasan terdampak mencapai sekitar 17.000 liter.

Namun operasi dari udara tersebut tidak dapat dilakukan terus-menerus. Kabut tebal di sekitar lokasi kebakaran membuat jarak pandang terbatas sehingga penerbangan harus dihentikan sementara demi keselamatan.

“Karena kondisi di lokasi saat ini kabutnya sangat tebal, water bombing sementara tidak bisa kita lanjutkan demi faktor keselamatan,” ujar Satriyo.

Petugas Bpbd Saat Pantau Gunung BromoDi darat, personel gabungan masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan kebakaran. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan api bergerak ke bagian bawah kawasan Gunung Bromo.

Hingga Jumat siang, luasan area yang terdampak kebakaran masih dalam proses pendataan. Sementara itu, api dilaporkan telah merembet hingga ke wilayah Gunung Kursi.

Kondisi tersebut juga berdampak pada aktivitas wisata. Balai Besar TNBTS menutup sementara akses wisata Gunung Bromo dari jalur Jemplang, Kabupaten Malang.

Penutupan diberlakukan sampai waktu yang belum ditentukan.

Untuk sementara, pemadaman masih bergantung pada kondisi cuaca dan akses menuju titik api. Kabut tebal menjadi salah satu kendala operasi udara, sementara medan terjal menyulitkan penanganan secara langsung dari darat.

Traktir Kopi SIGAP88
Dukung SIGAP88 untuk terus menghadirkan informasi yang akurat dan terpercaya.
Dukung SIGAP88
📰 Baca Versi E-Paper
Baca berita ini dalam tampilan koran digital SIGAP88.
BUKA VERSI KORAN

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses