PAMEKASAN | SIGAP88 — Setelah panen, pekerjaan petani belum sepenuhnya selesai. Gabah masih harus dikeringkan sebelum disimpan agar kualitasnya tetap terjaga dan tidak mudah mengalami kerusakan.

Proses itulah yang dilakukan Sutiyeh, warga Dusun Montor, Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Kamis (10/9/2026).

Di tengah aktivitas tersebut, Babinsa Koramil 0826-01/Pamekasan, Serda Rizal Fauzi, turut mendampingi proses penjemuran gabah milik warga binaannya.

Pendampingan dilakukan secara langsung di lokasi sebagai bagian dari keterlibatan Babinsa dalam aktivitas pertanian masyarakat. Bagi petani, tahap pengeringan menjadi bagian penting dari penanganan hasil panen sebelum gabah disimpan maupun dimanfaatkan lebih lanjut.

Serda Rizal Fauzi mengatakan, penjemuran harus dilakukan secara baik agar kadar air dalam gabah dapat berkurang secara optimal.

“Penjemuran padi perlu dilakukan dengan baik agar kadar airnya berkurang dan hasil panen dapat disimpan dengan lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Babinsa dalam kegiatan pertanian tidak semata-mata berkaitan dengan pendampingan teknis. Interaksi langsung dengan warga juga menjadi ruang untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah binaan.

Ia menegaskan, pendampingan terhadap petani akan terus dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kami akan terus mendampingi warga binaan dalam kegiatan pertanian, karena sektor ini memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan,” katanya.

Bukan Sekadar Menjemur Gabah

Penanganan hasil panen menjadi salah satu mata rantai yang tidak kalah penting dalam kegiatan pertanian. Gabah yang memiliki kadar air terlalu tinggi berisiko lebih sulit disimpan dan dapat memengaruhi kualitasnya.

Karena itu, proses pengeringan menjadi pekerjaan yang perlu diperhatikan petani setelah masa panen.

Pendampingan Babinsa dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dukungan terhadap ketahanan pangan tidak selalu berlangsung dalam bentuk kegiatan besar. Aktivitas sederhana yang bersentuhan langsung dengan pekerjaan petani juga menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian di tingkat masyarakat.

Bagi Sutiyeh, pendampingan di tengah aktivitas penjemuran tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap kegiatan pertanian warga di lingkungan setempat.

Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, Babinsa diharapkan tetap dekat dengan persoalan warga sekaligus ikut mendorong petani menjaga kualitas hasil panen dan mempertahankan produktivitas pertanian di wilayah binaannya.

Traktir Kopi SIGAP88
Dukung SIGAP88 untuk terus menghadirkan informasi yang akurat dan terpercaya.
Dukung SIGAP88
📰 Baca Versi E-Paper
Baca berita ini dalam tampilan koran digital SIGAP88.
BUKA VERSI KORAN

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses