
SUMENEP | SIGAP88 — Gerakan Pramuka di Kabupaten Sumenep didorong untuk keluar dari rutinitas kegiatan organisasi dan memperluas pengabdian langsung kepada masyarakat.
Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim dalam Apel Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Sumenep, Kamis (10/9/2026).
Menurut Imam, keberadaan Pramuka memiliki modal sosial yang besar karena bersentuhan langsung dengan generasi muda. Namun, kekuatan tersebut akan lebih berarti apabila diwujudkan dalam kegiatan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Nilai disiplin, kemandirian, kepedulian, dan gotong royong yang menjadi bagian dari pendidikan kepramukaan, kata dia, tidak seharusnya berhenti sebagai nilai dalam kegiatan organisasi.
“Gerakan Pramuka harus hadir di tengah masyarakat melalui aksi nyata yang memberi manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai bidang,” kata Imam.
Ia menyebut ruang pengabdian Pramuka terbuka luas, mulai dari pendidikan, sosial, lingkungan, ketahanan pangan, kebencanaan, kesehatan, kepemudaan hingga pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, kegiatan kepramukaan diharapkan tidak hanya berorientasi pada banyaknya agenda atau jumlah peserta, tetapi juga pada dampak yang ditinggalkan setelah kegiatan berakhir.
“Pramuka memiliki potensi besar sebagai kekuatan sosial. Karena itu, setiap kegiatan harus memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” tegasnya.
Pengabdian Tak Bisa Berjalan Sendiri
Imam juga mendorong Gerakan Pramuka Sumenep memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat.
Menurutnya, persoalan masyarakat memiliki karakter yang beragam sehingga membutuhkan kerja bersama. Pramuka dapat mengambil peran sesuai kapasitasnya, terutama dalam kegiatan yang menyentuh pendidikan karakter, kepedulian sosial, lingkungan dan kesiapsiagaan masyarakat.
“Perkuat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah serta masyarakat. Dengan cara itu, Pramuka akan semakin relevan dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Dorongan tersebut sekaligus menempatkan Pramuka bukan sekadar sebagai organisasi kepemudaan, melainkan sebagai salah satu kekuatan sosial yang dapat ikut memperkuat ketahanan masyarakat.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep, pengembangan Gerakan Pramuka juga menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang memiliki karakter, kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Imam menegaskan Pemkab Sumenep berkomitmen memberikan dukungan terhadap pengembangan Gerakan Pramuka.
“Pemkab Sumenep berkomitmen mendukung Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda berkarakter serta memberi pengabdian terbaik bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 akhirnya tidak hanya menjadi momentum organisasi untuk memperingati perjalanan gerakan tersebut. Lebih jauh, momentum itu menjadi pengingat bahwa keberadaan Pramuka akan semakin bermakna ketika nilai-nilai yang diajarkan mampu diterjemahkan menjadi kerja nyata di tengah masyarakat.















