Jatim Bidik Juara Umum MTQ Nasional 2026, 116 Kafilah Dikirim ke Semarang

0
220
Gubernur Khofifah melepas 116 kafilah Jatim menuju MTQ Nasional 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas keberangkatan 116 kafilah Jatim yang akan berlaga pada MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang. Jatim membidik target juara umum.

SURABAYA | SIGAP88 — Jawa Timur tidak datang ke MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang sekadar untuk meramaikan persaingan. Targetnya terang: merebut gelar juara umum.

Sebanyak 116 anggota kafilah Jawa Timur diberangkatkan menuju Semarang dengan membawa ambisi tersebut. Mereka terdiri atas 56 peserta, 34 official, 18 pembina dan delapan pendamping.

Pertarungan akan berlangsung pada 11 hingga 20 September 2026 dengan 288 medali yang diperebutkan dari 48 cabang dan golongan.

Artinya, target juara umum yang dipatok Jawa Timur tidak cukup ditopang oleh nama besar atau pengalaman masa lalu. Para peserta harus mengubah persiapan panjang menjadi prestasi di arena pertandingan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan target tersebut saat melepas keberangkatan kafilah dari Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (11/9/2026).

“Jadilah juara umum yang berkarakter, juara umum berakhlakul karimah serta juara umum yang bisa membumikan Alquran. Jaga nama baik Jawa Timur selama mengikuti MTQ Nasional,” ujar Khofifah.

Bukan Sekadar Mengejar Medali

Target juara umum Jawa Timur memiliki pijakan. Kontingen ini membawa pengalaman dari sejumlah ajang sebelumnya, termasuk keberhasilan Jawa Timur meraih juara umum MTQ Nasional XXIX di Banjarmasin serta STQH XXVII Tahun 2023 di Jambi.

Dari 56 peserta yang diberangkatkan ke Semarang, sebanyak 25 orang atau sekitar 45 persen disebut telah memiliki pengalaman mengikuti MTQ.

Komposisi tersebut menjadi modal menghadapi persaingan nasional yang dipastikan ketat.

Namun, pengalaman tidak otomatis menjadi kemenangan.

Sebanyak 48 cabang dan golongan harus dilalui, sementara setiap peserta dituntut mempertahankan konsentrasi, kemampuan teknis dan mental bertanding hingga pertandingan berakhir.

Di titik inilah target juara umum Jawa Timur akan diuji.

Apakah reputasi sebagai salah satu kekuatan MTQ nasional mampu kembali diterjemahkan menjadi dominasi perolehan medali?

Pertanyaan itu baru akan terjawab di arena Semarang.

Empat Puluh Hari Menguatkan Ikhtiar

Persiapan kontingen Jawa Timur tidak hanya dilakukan melalui pembinaan teknis.

Para hafidz dan hafidzah juga menjalani khotmil Qur’an selama 40 hari sebagai bagian dari ikhtiar spiritual sebelum memasuki kompetisi.

Ketua Pelaksana Harian MTQ Jatim, Abdul Hamid Abdullah, mengatakan persiapan teknis dan nonteknis telah dilakukan secara matang.

“Kafilah sudah melakukan berbagai ikhtiar, termasuk khotmil Qur’an selama 40 hari. Insya Allah bisa meraih hasil terbaik, yakni juara umum,” kata Abdul Hamid.

Menurutnya, prestasi di Semarang diharapkan tidak berhenti pada perolehan medali. Para peserta juga membawa nama Jawa Timur ke tingkat nasional bahkan diharapkan mampu membuka jalan menuju prestasi internasional.

“Membawa nama baik Jatim di kancah nasional bahkan internasional. Membumikan Al Qur’an di bumi Majapahit,” ujarnya.

Juara Umum dengan Karakter

Khofifah mengingatkan agar ambisi meraih gelar juara umum tetap berjalan bersama karakter dan akhlak.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para official, pembina dan seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam mempersiapkan kontingen.

Keberangkatan kafilah, kata Khofifah, turut dikawal dengan khotmil Qur’an sebagai bagian dari doa dan penguatan spiritual.

“Terima kasih peserta kafilah Jatim juga dikawal dengan khotmil Quran. Mudah-mudahan sehat, lancar, sukses, kompak dan juara umum,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan apresiasi kepada Fehima Nahaha Asy-Syarifah yang meraih peringkat kelima cabang Hifdzil Qur’an 15 Juz Putri pada MTQ Internasional Raja Abdul Aziz ke-46 di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi.

Apresiasi diberikan berupa piala dan uang pembinaan senilai Rp15 juta.

Setelah prosesi pelepasan, rombongan kafilah diberangkatkan dari halaman Gedung Negara Grahadi menuju Semarang.

Kini tantangan sesungguhnya berada di depan mata.

Target sudah dipasang: juara umum. Rekam jejak sudah dimiliki. Persiapan telah dilakukan. Tinggal membuktikan apakah 116 anggota kafilah Jawa Timur mampu mengubah ambisi tersebut menjadi deretan medali di panggung MTQ Nasional XXXI.

Semarang akan menjadi tempat pembuktiannya.