PAMEKASAN | SIGAP88 — Keberagaman budaya menjadi salah satu kekuatan yang mewarnai perjalanan Kabupaten Pamekasan. Kultur Madura, Arab, dan Tionghoa hidup berdampingan dalam keragaman masyarakat yang perlu terus dirawat agar tidak tergerus oleh perbedaan.
Pesan tersebut mengemuka dalam perayaan Malam Kemilau Madura bertajuk Simfoni Budaya Pamekasan di Bundaran Arlan, Senin (2/11/2026) malam.
Founder Bani Insan Peduli (BIP), Ali Zainal Abidin, menilai pertunjukan budaya dalam puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke-496 menjadi gambaran pentingnya menjaga keharmonisan antarkultur.
Menurutnya, kebudayaan bukan sekadar tontonan di atas panggung, melainkan bagian dari identitas masyarakat sekaligus jembatan yang mempererat hubungan antarkelompok.
“Harmonisasi kebudayaan Pamekasan baru saja ada di tengah-tengah kita, salah satu musik kebudayaan Daul mendapatkan pengakuan dari pusat. Tepuk tangan buat kita semuanya,” ujarnya.
Pengakuan terhadap musik tradisional Daul sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) menjadi salah satu kebanggaan dalam perayaan tersebut. Bagi masyarakat, pengakuan itu sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga keberlangsungan kesenian lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Tiga Kultur, Satu Semangat Kebersamaan
Ali menegaskan, keberagaman yang tumbuh di Pamekasan harus menjadi kekuatan pemersatu, bukan sumber perpecahan.
Ia menyebut tiga kultur yang menurutnya mewarnai kehidupan masyarakat Pamekasan, yakni Madura, Arab, dan Tionghoa. Ketiganya diharapkan terus memperkuat hubungan sosial melalui sikap saling menghormati dan menjaga kebersamaan.
“Selain itu malam hari ini dibuktikan dengan nyata ada tiga kultur yang harus mempererat kita semua. Ada kultur Madura, Arabian, dan Chinese. Semuanya berpegangan dan jangan sampai bercerai berai,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi relevan dalam momentum hari jadi daerah. Pembangunan tidak hanya membutuhkan kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga hubungan sosial yang kuat di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang budaya beragam.
Pada kesempatan itu, Ali juga menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke-496 kepada Bupati Pamekasan Kholilurrahman dan seluruh masyarakat.
“Saya sendiri selaku Founder Bani Insan Peduli mengucapkan selamat, khusus kepada Bapak Bupati Pamekasan, mudah-mudahan HUT hari ini ke depan jauh lebih baik lagi dan jauh lebih mempererat kita semua,” ucapnya.
Berbagi Kebahagiaan dengan Masyarakat
Selain menyoroti kebudayaan dan persatuan, Ali menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan jamuan serta bingkisan bagi masyarakat yang menghadiri malam puncak peringatan tersebut.
Ia menjelaskan, keterbatasan kupon makan gratis membuat tidak seluruh pengunjung menerima kupon sejak awal. Karena itu, ia meminta panitia mengatur mekanisme pemberian uang pengganti bagi masyarakat yang belum mendapatkannya.
“Tadi saya sudah sampaikan, tidak mungkin semua yang hadir mendapatkan kupon makan gratis, namun demi kebaikan dan kelancaran acara, semua yang hadir saya pastikan akan mendapat uang pengganti,” kata Ali.
Ia meminta panitia berkoordinasi dengan manajemen di pintu keluar agar masyarakat yang belum memperoleh kupon tetap terdata dan mendapatkan hak sesuai dengan mekanisme yang telah disampaikan.
“Semua panitia sambung Ali, akan saya perintahkan, semua yang belum dapat kupon pada malam hari ini minta tolong nanti kepada manajemen di pintu keluar untuk diatur. Pastikan semua masyarakat Pamekasan mendapatkan oleh-oleh dari saya,” jelasnya.
Bagi Ali, perayaan hari jadi bukan semata-mata agenda hiburan, melainkan kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang turut menjadi bagian dari perjalanan daerah.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat fastabiqul khairat, yakni berlomba-lomba dalam kebaikan, sebagai landasan memperkuat kepedulian sosial.
“Malam hari ini malam yang penuh gembira, malam yang penuh ceria dipersembahkan untuk semua masyarakat Pamekasan. Saya minta tolong kepada semua masyarakat untuk terus fastabiqul khairat. Karena yang dilihat Allah bukan hanya rupa dan badan kita, melainkan qulubikum hati kita semuanya,” pungkasnya.
Melalui momentum Hari Jadi ke-496, pesan yang disampaikan Ali menempatkan kebudayaan, persatuan, dan kepedulian sosial sebagai tiga unsur yang saling berkaitan. Keberagaman akan menjadi kekuatan ketika masyarakat mampu menjaga kebersamaan dan menerjemahkannya ke dalam tindakan nyata.















