Hari Jadi Pamekasan ke-496, Mahfudh Dorong Generasi Muda Lebih Kreatif dan Berprestasi

0
155

PAMEKASAN | SIGAP88 – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke-496 tidak sekadar menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah daerah. Lebih dari itu, hari jadi menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen pembangunan, terutama dalam menyiapkan generasi muda yang kreatif, produktif, dan mampu melahirkan prestasi.

Pesan tersebut disampaikan anggota DPRD Kabupaten Pamekasan dari Fraksi Karya Amanat Indonesia Raya, Mahfudh, saat menghadiri rangkaian peringatan Hari Jadi (Harjad) Pamekasan ke-496 di Aula Gedung DPRD Pamekasan, Selasa (3/11/2026).

Bagi Mahfudh, masa depan Pamekasan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan keberhasilan program pemerintahan. Kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, juga menjadi faktor penting yang akan menentukan arah kemajuan daerah.

Dari Pemuda Berprestasi Menuju Pengabdian sebagai Legislator

Dorongan Mahfudh terhadap pengembangan potensi anak muda bukan sekadar gagasan. Sebelum memasuki dunia legislatif, ia telah melalui perjalanan panjang dalam bidang pertanian, kewirausahaan, pariwisata, pemberdayaan masyarakat, hingga kepeloporan pemuda.

Rekam jejak tersebut tercermin melalui sejumlah capaian di tingkat regional, nasional, hingga ASEAN.

Pada 2020, Mahfudh tercatat sebagai Petani Berprestasi Jawa Timur dan mengikuti program Pertukaran Pemuda ASEAN. Setahun kemudian, ia meraih Wirausaha Muda Berprestasi Jawa Timur 2021 serta East Java Tourism Award 2021.

Perjalanan berikutnya berlanjut pada 2022 melalui Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

Pada 2023, kiprahnya semakin berkembang. Mahfudh tercatat memperoleh ASEAN Award di Singapura dalam bidang edutourism, Indonesia Award kategori pertanian modern paling inovatif, serta pengakuan sebagai Pelaku Startup Jawa Timur. Pada tahun yang sama, ia juga meraih predikat Pemuda Pelopor Nasional bidang pangan.

Pengakuan di tingkat ASEAN kembali hadir pada 2024 melalui Golden Award kategori anak muda paling inspiratif. Pada tahun tersebut, Mahfudh juga dipercaya menjadi Master Trainer Kepeloporan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Pengalaman dan perjalanan tersebut kemudian berlanjut ke ranah pengabdian politik. Mahfudh terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Pamekasan periode 2024–2029.

Tidak berhenti di situ, pada 2025 ia tercatat mengikuti agenda Advancing Technology-Driven, Eco-Friendly Agriculture di Kuala Lumpur, yang mengangkat pengembangan pertanian berbasis teknologi dan berwawasan ramah lingkungan.

Rangkaian pengalaman itu menjadi bagian dari perspektif Mahfudh dalam melihat pentingnya pemberdayaan generasi muda. Menurutnya, potensi anak muda harus mendapatkan ruang untuk berkembang, didukung fasilitas, pendampingan, serta kesempatan menunjukkan kemampuan.

Harjad Harus Menjadi Momentum Kemajuan Generasi Muda

Dalam pandangannya, peringatan hari jadi kabupaten tidak semestinya berhenti pada kemeriahan acara dan seremoni tahunan. Momentum tersebut harus menjadi ruang refleksi sekaligus dorongan untuk membangun Pamekasan yang lebih baik.

Ia berharap generasi muda Pamekasan semakin memiliki kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan meraih prestasi di berbagai bidang.

“Pamekasan ini, khususnya untuk anak-anak muda bisa lebih baik lagi, bisa lebih berprestasi lagi dan bisa lebih kreatif lagi,” ujar Mahfudh.

Ia juga menilai berbagai kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Harjad ke-496 merupakan ruang positif untuk memperlihatkan potensi masyarakat, khususnya kalangan muda.

“Makanya dengan kegiatan memperingati Hari Jadi Pamekasan yang ke-496 ini adalah hadiah momen bagi kami sebagai anggota dewan. Ini adalah momen yang paling luar biasa untuk bagaimana ke depannya Pamekasan ini lebih baik,” tegasnya.

Sebagai anggota legislatif, Mahfudh menegaskan pentingnya dukungan terhadap kebijakan dan program yang memberikan ruang bagi pengembangan kreativitas serta prestasi generasi muda.

Ruang tersebut perlu dibuka seluas-luasnya, mulai dari sektor pendidikan, olahraga, kewirausahaan hingga seni dan budaya. Dengan dukungan yang tepat, anak muda tidak hanya menjadi peserta dalam pembangunan, tetapi juga dapat tampil sebagai penggerak perubahan.

Mahfudh melihat potensi generasi muda Pamekasan sangat besar. Tantangannya adalah memastikan potensi tersebut tidak berhenti sebagai kemampuan yang belum tergali, melainkan berkembang menjadi karya, inovasi, dan prestasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Potensi anak muda Pamekasan sangat besar. Tinggal kita fasilitasi dan beri panggung. Harjad ini momentumnya,” pungkasnya.

Pada akhirnya, makna Harjad Pamekasan ke-496 tidak hanya terletak pada usia panjang perjalanan daerah, tetapi juga pada sejauh mana momentum tersebut mampu melahirkan harapan dan kesempatan baru bagi generasi penerus.

Membangun Pamekasan ke depan membutuhkan generasi muda yang berani berinovasi, memiliki daya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.