PAMEKASAN | SIGAP88 – Usia 496 tahun menjadi penanda panjang perjalanan Kabupaten Pamekasan dalam membangun identitas, menjaga tradisi, sekaligus menghadapi perubahan zaman. Momentum bersejarah tersebut diperingati melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Pamekasan bersama jajaran pemerintah daerah, Selasa (3/11/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Paripurna Utama Gedung DPRD Pamekasan itu tidak sekadar menjadi agenda tahunan lembaga legislatif. Peringatan Hari Jadi ke-496 juga menjadi ruang refleksi terhadap perjalanan pemerintahan dan pembangunan daerah, termasuk tanggung jawab bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menggunakan tema bahasa Madura, “Papangghiyan Paripurna DPRD Kabupaten Mekkasen Partengka’an Ngamodhi Are Dhaddhina Mekkasen Se Ka-496”, rapat tersebut dihadiri Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta Forkopimcam se-Kabupaten Pamekasan.
Dalam sambutannya, Bupati Kholilurrahman mengajak seluruh elemen daerah memaknai Hari Jadi Pamekasan bukan sebatas perayaan seremonial. Usia hampir lima abad harus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah membutuhkan kesinambungan, kebersamaan, dan komitmen seluruh pemangku kepentingan.
Ia menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Pamekasan.
“Hari Jadi ke-496 ini bukan hanya peringatan seremonial, tetapi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang Pamekasan serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Kholilurrahman.
Menurutnya, Pamekasan ke depan harus terus berkembang menjadi daerah yang maju dan berdaya saing tanpa kehilangan karakter religius serta nilai-nilai luhur budaya Madura.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak cukup diukur melalui pembangunan fisik. Penguatan karakter masyarakat, pelestarian budaya, dan peningkatan kesejahteraan juga menjadi bagian penting dari arah pembangunan.
Sementara itu, Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur menyoroti pentingnya hubungan kerja yang harmonis antara lembaga legislatif dan eksekutif. Sinergi kedua lembaga tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, dan mempertahankan identitas ke-Madura-an sebagai modal sosial dalam membangun daerah.
“Sinergi eksekutif dan legislatif adalah kunci. Mari kita jaga persatuan dan semangat gotong royong untuk Pamekasan yang lebih hebat,” pungkasnya.
Rapat paripurna istimewa tersebut turut diisi pembacaan sejarah singkat berdirinya Kabupaten Pamekasan yang dikaitkan dengan kepemimpinan Panembahan Ronggosukowati pada 1530. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kemakmuran, dan keberkahan masyarakat Pamekasan.
Peringatan Hari Jadi ke-496 ini menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang sebuah daerah harus diikuti tanggung jawab untuk terus berbenah. Tantangan pembangunan ke depan menuntut kolaborasi yang tidak berhenti pada pidato dan seremoni, tetapi diwujudkan melalui kebijakan serta kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Pamekasan Hebat, Bermartabat, dan Berkelanjutan pada akhirnya bukan sekadar slogan, melainkan cita-cita yang membutuhkan pembuktian melalui kerja bersama.















