Babinsa Pademawu memberikan materi bela negara kepada siswa SMAN 2 Pamekasan
Babinsa Koramil 0826-06/Pademawu, Pelda Achmad Gufron, saat memberikan materi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara kepada siswa SMAN 2 Pamekasan.

PAMEKASAN | SIGAP88 — Bela negara tidak selalu identik dengan seragam loreng, latihan fisik, atau aktivitas kemiliteran. Bagi pelajar, sikap tersebut justru dapat dimulai dari hal-hal sederhana: disiplin, belajar sungguh-sungguh, menghormati perbedaan hingga menjaga lingkungan dan nama baik sekolah.

Pesan itu disampaikan Babinsa Koramil 0826-06/Pademawu, Pelda Achmad Gufron, saat memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan Bela Negara kepada siswa SMAN 2 Pamekasan dalam rangka tahun ajaran 2026.

Di hadapan para siswa, Achmad Gufron mengingatkan bahwa generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Karena itu, pemahaman terhadap nilai kebangsaan tidak cukup berhenti pada teori, tetapi perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

Menurutnya, keberagaman yang ada di Indonesia harus dipandang sebagai kekuatan yang memperkokoh persatuan, bukan alasan untuk saling menjauh atau mempertentangkan perbedaan.

“Wawasan kebangsaan dan bela negara penting ditanamkan sejak dini agar para siswa memiliki rasa cinta tanah air, semangat persatuan serta mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Pelda Achmad Gufron. Selasa(15/9)

Ia juga menekankan bahwa bela negara memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar kegiatan yang berkaitan dengan pertahanan secara fisik.

Bagi seorang pelajar, kata dia, belajar dengan tekun, mematuhi tata tertib, menjaga lingkungan, menghormati guru dan sesama serta menghindari perilaku yang dapat merusak masa depan merupakan bagian dari kontribusi terhadap bangsa.

“Sebagai pelajar, bentuk bela negara dapat dilakukan dengan belajar tekun, disiplin, menjaga nama baik sekolah serta menjauhi berbagai tindakan yang dapat merusak masa depan,” terangnya.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah tantangan generasi muda yang tidak hanya datang dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Kemampuan menjaga sikap, menghargai perbedaan dan bertanggung jawab menjadi bagian dari karakter yang perlu dibangun sejak bangku sekolah.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Pamekasan, Moh. Arifin, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Babinsa Koramil 0826-06/Pademawu tersebut.

Menurutnya, materi Wasbang dan Bela Negara dapat menjadi tambahan pembelajaran bagi siswa, khususnya dalam membangun karakter, kedisiplinan dan kesadaran terhadap kehidupan berbangsa.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan tambahan wawasan kepada siswa tentang pentingnya cinta tanah air, persatuan dan kedisiplinan. Semoga materi yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Pada akhirnya, bela negara tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Bagi seorang pelajar, ia bisa bermula dari ruang kelas—dari kesungguhan belajar, kedisiplinan, menghormati orang lain dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan.

Nilai-nilai itulah yang diharapkan tumbuh di kalangan siswa SMAN 2 Pamekasan sebagai bagian dari pembentukan generasi muda yang berkarakter, bertanggung jawab dan memiliki kesadaran untuk menjaga persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Traktir Kopi SIGAP88
Dukung SIGAP88 untuk terus menghadirkan informasi yang akurat dan terpercaya.
Dukung SIGAP88
📰 Baca Versi E-Paper
Baca berita ini dalam tampilan koran digital SIGAP88.
BUKA VERSI KORAN

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses