
PASURUAN | SIGAP88 — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan Pasar Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan di halaman Kantor Kelurahan Mayangan, Kota Pasuruan, Rabu (5/8/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari strategi Pemprov Jatim dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memperkuat daya beli masyarakat, mendukung pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus mengendalikan inflasi di berbagai daerah.
Antusiasme warga terlihat tinggi sejak pasar murah dibuka. Beragam kebutuhan pokok disediakan dengan harga lebih terjangkau dibanding harga pasar, mulai dari Beras SPHP, beras premium, gula pasir, Minyakita, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, tepung terigu, cabai rawit merah, cabai merah besar hingga daging ayam ras.
Selama kegiatan berlangsung, nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp93.600.000. Dari jumlah tersebut, transaksi penjualan bahan pokok menyumbang Rp88.485.000, sedangkan produk UMKM membukukan transaksi sebesar Rp5.115.000.
Sejumlah komoditas bahkan ludes diserbu masyarakat. Beras SPHP sebanyak 1.200 sak, beras premium 100 sak, gula 200 kilogram, Minyakita 240 liter, telur ayam ras 200 pack, bawang merah 20 kilogram, bawang putih 20 kilogram, serta tepung 60 kilogram habis terjual.
Sementara itu, komoditas lainnya juga mencatat penjualan hampir seluruh stok yang tersedia. Cabai rawit merah terjual 14,1 kilogram dari stok 15 kilogram, cabai merah besar 14,1 kilogram dari stok 15 kilogram, serta daging ayam ras mencapai 110 kilogram dari total stok 129 kilogram.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa pasar murah akan terus digelar secara berkelanjutan sebagai langkah menjaga keterjangkauan harga bahan pokok, memastikan pasokan tetap tersedia, meningkatkan daya beli masyarakat, sekaligus memperkuat pengendalian inflasi di Jawa Timur.
















