
SUMENEP | SIGAP88 — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali menghadirkan agenda wisata dan budaya dalam Kalender Event Sumenep 2026. Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, lomba perahu layar tradisional Tiga Roda akan digelar di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, pada 19 Agustus 2026.
Ajang yang terbuka bagi masyarakat umum tersebut diproyeksikan bukan sekadar perlombaan olahraga tradisional, tetapi juga menjadi panggung pelestarian budaya maritim yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat kepulauan.
Camat Sapeken, Hamka, mengatakan pemilihan lomba perahu layar tradisional sebagai bagian dari rangkaian HUT RI dinilai sangat relevan dengan karakter masyarakat Sapeken yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.
Menurutnya, laut bukan hanya menjadi sumber penghidupan warga, melainkan juga bagian dari identitas budaya yang layak terus dijaga melalui berbagai kegiatan positif.
“Momentum HUT ke-81 RI sangat tepat untuk menghadirkan lomba perahu layar Tiga Roda. Masyarakat Sapeken hidup berdampingan dengan laut sehingga perlombaan ini memiliki nilai historis sekaligus budaya,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Hamka menilai semangat yang dibangun melalui perlombaan tersebut sejalan dengan nilai perjuangan para pelaut Nusantara yang sejak dahulu dikenal tangguh menghadapi kerasnya lautan.
Ia juga mengaitkan semangat itu dengan perjuangan para pahlawan bangsa, termasuk pengorbanan Komodor Yos Sudarso dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia di Laut Arafura.
“Lomba ini bukan hanya soal adu kecepatan di laut, tetapi menjadi simbol keberanian, ketangguhan, dan semangat juang yang diwariskan para pendahulu kepada generasi sekarang,” katanya.
Ia berharap nilai-nilai perjuangan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengisi kemerdekaan melalui karya, persatuan, dan semangat membangun daerah.
Selain memiliki nilai budaya dan nasionalisme, penyelenggaraan lomba diyakini akan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat Pulau Pagerungan Besar maupun wilayah sekitar. Kehadiran peserta dan penonton diperkirakan akan meningkatkan aktivitas perdagangan warga, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Setiap kegiatan yang menghadirkan banyak orang tentu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Kami berharap UMKM lokal juga ikut merasakan manfaat dari event ini,” tutur Hamka.
Panitia menyediakan sejumlah hadiah menarik bagi para pemenang kategori umum. Juara pertama akan memperoleh satu unit sepeda listrik senilai sekitar Rp8 juta, juara kedua mendapatkan sepeda senilai Rp5 juta, sedangkan juara ketiga memperoleh kompor gas senilai Rp3 juta.
Sementara itu, juara harapan I, II, dan III masing-masing akan menerima hadiah uang pembinaan sebesar Rp2 juta, Rp1,5 juta, dan Rp1 juta.
Di penghujung keterangannya, Hamka mengajak masyarakat untuk memaknai perlombaan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga tradisi bahari sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Indonesia.
“Yang paling penting bukan besar kecilnya hadiah, tetapi semangat persatuan, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya maritim yang menjadi warisan masyarakat kepulauan dalam mengisi kemerdekaan,” pungkasnya.

















