Bukan Sekadar Sepak Bola, Satukan Kepala Desa

PAMEKASAN | SIGAP88 — Riuh tepuk tangan dan semangat sportivitas mengawali bergulirnya PKDI Cup II 2026 Grup J di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP), Kamis (6/8/2026).

Turnamen yang mempertemukan para kepala desa dari tiga kabupaten di Pulau Madura itu menjadi lebih dari sekadar pertandingan sepak bola. Ajang ini menjelma menjadi ruang silaturahmi, memperkuat solidaritas, sekaligus membangun sinergi antarpemimpin desa melalui olahraga.

Kabupaten Pamekasan dipercaya menjadi tuan rumah babak penyisihan Grup J tingkat Jawa Timur. Tiga kontingen yang bertarung memperebutkan tiket ke fase berikutnya berasal dari PKDI Kabupaten Pamekasan, Sampang, dan Sumenep.

Pembukaan turnamen dihadiri Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Wakil Bupati Sukriyanto, Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Pamekasan Farid Afandi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kepala desa dan masyarakat yang memadati stadion.

Ketua Panitia PKDI Cup II 2026, A. Fauzi M., mengatakan pertandingan digelar selama tiga hari, yakni 6, 8, dan 10 Agustus 2026. Sistem yang digunakan adalah setengah kompetisi sehingga setiap tim hanya bertemu satu kali untuk menentukan wakil terbaik dari Grup J.

Menurut Fauzi, penyelenggaraan tahun ini merupakan edisi kedua setelah PKDI Cup perdana berlangsung di Kabupaten Gresik. Di tingkat Jawa Timur, kompetisi dibagi ke dalam 10 grup. Para juara grup bersama sejumlah runner-up terbaik akan melaju ke babak berikutnya hingga akhirnya memperebutkan gelar pada PKDI Cup tingkat nasional di Jawa Tengah.

“PKDI Cup bukan hanya kompetisi sepak bola, tetapi juga menjadi media memperkuat komunikasi, kebersamaan, dan persaudaraan antarkepala desa,” ujarnya.

Untuk menjaga kualitas dan integritas pertandingan, panitia melakukan verifikasi administrasi secara menyeluruh terhadap seluruh peserta. Setiap pemain diwajibkan menyerahkan surat keputusan (SK) pengangkatan kepala desa, baik asli maupun legalisir, fotokopi KTP, serta pasfoto berwarna.

Seluruh pemain dipastikan merupakan kepala desa aktif dengan rata-rata berusia di atas 40 tahun. Khusus kontingen Kabupaten Sampang, panitia memberikan pengecualian dengan mengizinkan penjabat (Pj.) kepala desa ikut berlaga berdasarkan hasil kesepakatan bersama.

Fauzi menambahkan, meski atmosfer kompetisi diperkirakan berlangsung sengit—terlebih Sampang pernah menempati posisi ketiga pada penyelenggaraan sebelumnya—semangat persaudaraan tetap menjadi roh utama turnamen.

“Siapa pun yang menang adalah kebanggaan bersama. Yang terpenting, hubungan antarkepala desa semakin erat dan para peserta tetap sehat serta bugar dalam menjalankan tugas melayani masyarakat,” katanya.

Panitia juga menggratiskan biaya pendaftaran seluruh tim peserta. Masyarakat pun dapat menikmati setiap pertandingan tanpa dipungut biaya sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga sekaligus mendekatkan kepala desa dengan warganya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Kholilurrahman menegaskan bahwa olahraga merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan siapa pun tanpa memandang jabatan maupun latar belakang.

“Ketika memasuki lapangan hijau, tidak ada lagi sekat jabatan. Yang ada hanyalah semangat kebersamaan, kerja sama, disiplin, dan sportivitas. Nilai-nilai inilah yang harus terus dibawa dalam membangun desa dan melayani masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengungkapkan komitmen Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk memperluas pembangunan infrastruktur olahraga melalui penyediaan stadion yang representatif secara bertahap di 13 kecamatan.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap suksesnya PKDI Cup II 2026, Pemerintah Kabupaten Pamekasan membebaskan biaya sewa Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan selama turnamen berlangsung.

“Kita ingin olahraga terus tumbuh di Pamekasan. Membangun daerah tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi, kekompakan, dan semangat kebersamaan seluruh elemen,” pungkas Kholilurrahman.