JOMBANG | SIGAP88 — Konsistensi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang dalam membangun ketahanan keluarga dan mempercepat penurunan stunting kembali menuai apresiasi di tingkat nasional. Melalui berbagai program yang menyasar langsung keluarga, daerah berjuluk Kota Santri itu berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diterima Bupati Jombang Warsubi bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, dalam acara yang berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (29/7/2026).

Pengakuan tersebut menjadi indikator bahwa upaya memperkuat kualitas keluarga di Jombang tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi diwujudkan melalui program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Pendekatan itu dinilai sejalan dengan agenda nasional dalam membangun keluarga berkualitas sekaligus menekan angka stunting secara berkelanjutan.

Momentum Harganas tahun ini mengangkat tema “Ayah Wajib Hadir, Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Maju”, yang menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi Pemkab Jombang bersama TP PKK dalam menjalankan berbagai program prioritas nasional yang berorientasi pada peningkatan kualitas keluarga, pencegahan stunting, dan penguatan gizi masyarakat.

Penilaian tidak hanya didasarkan pada keberadaan program di atas kertas, tetapi juga implementasi yang dinilai mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat desa. Sejumlah inovasi daerah menjadi perhatian, mulai dari TAMASYA, GATI, SIDAYA, GENTING, hingga pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Berbagai program tersebut dirancang saling terintegrasi, mulai dari edukasi keluarga, pendampingan calon orang tua, pemenuhan kebutuhan gizi, hingga penguatan peran masyarakat dalam mencegah lahirnya kasus stunting baru. Pendekatan kolaboratif itu menjadi salah satu faktor yang dinilai memperkuat efektivitas pelaksanaan program di lapangan.

Dalam seremoni penghargaan, piagam diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak didampingi Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin, di hadapan kepala daerah dan Ketua TP PKK kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Bagi Pemkab Jombang, penghargaan tersebut bukan sekadar capaian seremonial, melainkan pengakuan atas keberhasilan membangun sinergi antara pemerintah daerah, kader PKK, tenaga kesehatan, hingga masyarakat dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah.

Bupati Jombang Warsubi menilai penghargaan yang diterima merupakan hasil dari kolaborasi seluruh elemen yang selama ini terlibat dalam pembangunan keluarga di Kabupaten Jombang. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam upaya membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan berdaya.

Ia menegaskan, tema Harganas tahun ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan membangun generasi masa depan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada peran keluarga, terutama kehadiran orang tua dalam proses pengasuhan anak.

“Peringatan Harganas ke-33 ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pengasuhan anak dan ketahanan keluarga merupakan tanggung jawab bersama. Apresiasi ini adalah milik seluruh masyarakat Jombang, kader, tenaga kesehatan, dan semua pihak yang selama ini bersinergi menjalankan program prioritas nasional, termasuk percepatan penanganan stunting,” ujar Warsubi.

Senada dengan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi menegaskan bahwa gerakan pemberdayaan keluarga akan terus diperkuat hingga tingkat desa. Menurutnya, keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.

“Keluarga adalah fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, kami akan terus mendampingi masyarakat melalui kader PKK agar program pemenuhan gizi, edukasi keluarga, dan pendampingan kepada ibu serta anak dapat berjalan secara berkelanjutan,” katanya.

Yuliati menambahkan, penghargaan nasional tersebut menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan mencegah stunting sejak dini.

“Penghargaan ini merupakan bonus atas kerja keras bersama. Yang lebih penting adalah memastikan setiap program benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan melahirkan generasi Jombang yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” pungkasnya.

Penghargaan yang diterima Pemkab Jombang pada peringatan Harganas ke-33 menjadi penegasan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan infrastruktur maupun ekonomi, tetapi juga dari kualitas keluarga sebagai pondasi utama pembangunan manusia.

Penguatan ketahanan keluarga, peningkatan gizi, serta percepatan penurunan stunting kini menjadi agenda strategis yang menentukan kualitas generasi mendatang. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader PKK, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan setiap program berjalan efektif hingga menyentuh keluarga yang membutuhkan.

Bagi Pemkab Jombang, penghargaan tersebut bukanlah garis akhir, melainkan pemacu untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Keberhasilan mempertahankan konsistensi program diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung target pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan penghargaan itu, Jombang menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah di Jawa Timur yang terus berupaya membangun keluarga tangguh sebagai fondasi lahirnya generasi sehat, produktif, dan berdaya saing.