
SURABAYA | SIGAP88 – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, turun langsung menangani Kasus Luar Biasa Campak yang terjadi di Kabupaten Sumenep pada Sabtu (23/8/2025).
Khofifah menggelar Rapat Teknis penanganan Kasus Luar Biasa Campak di Kantor Bupati Sumenep, yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan dan menjenguk anak-anak penderita campak yang tengah dirawat di RSUD Moh. Anwar Sumenep.
Tidak hanya itu, Khofifah juga menyaksikan langsung proses vaksinasi MR kepada sepuluh orang anak di Pendopo Kab. Sumenep.
Turut didampingi Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim dan jajaran Dinas Kesehatan baik Provinsi maupun Kab. Sumenep,
Khofifah memerintahkan agar penanganan Kasus Luar Biasa Campak di Sumenep harus dilakukan kerja secara terpadu dan terintegrasi oleh semua elemen dan sektor baik vertikal maupun horizontal cepat dan masif.
“Secara vertikal, Kemenkes RI dan Pemprov Jatim telah hadir langsung. Bahkan ada institusi Internasional yaitu UNICEF dan WHO. Secara horizontal, ada Bupati, Wakil Bupati dan berbagai institusi lain, termasuk jajaran TNI/Polri,” jelas Khofifah dalam siaran persnya yang diterima redaksi sigap88.com, Minggu(24/8)
“Dari Dandim, Polres sampai dengan Babinsa Bhabinkamtibmas jadi semua harus terpadu, terintegrasi,” imbuhnya.
Kerja terpadu dan terintegrasi ini diperlukan guna percepatanan penanganan Kasus Luar Biasa Campak di Kab. Sumenep.
Ditambah, akan dilakukan Outbreak Response Immunization (ORI) atau vaksinasi Campak Rubela secara masal dan masif pada 25 Agustus – 14 September 2025 mendatang.
Sosialisasi terhadap pentingnya vaksinasi Campak Rubela diharapkan dapat dilakukan secara masif hingga lini terbawah di masyarakat.
Oleh sebab itu, kerjasama sama semua elemen yang bersatu padu disebutnya sebagai salah satu indikator suksesnya ORI.
“Ini bekerjanya di lini paling bawah, oleh karena itu kami mohon semua elemen bersatu padu menyampaikan pesan ini kepada masyarakat,” ucap Gubernur Jatim.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kab. Sumenep hingga Agustus 2025, tercatat 17 kasus meninggal akibat penyakit Campak.
Dari jumlah itu 16 diantaranya terkonfirmasi tidak pernah menjalani imunisasi, sedangkan satu lainnya tidak lengkap imunisasi.
Oleh sebab itu, kejadian tersebut diharapkannya bisa menjadi pembelajaran bersama bagi masyarakat, tokoh masyarakat hingga ulama, akan pentingnya imunisasi Campak Rubela bagi anak-anak.
“Kita ingin generasi penerus nantinya semua sehat batin dan lahirnya. Oleh karena itu rencana ORI atau vaksinasi masif dan massal di tanggal 25 besok, bersama kita menyampaikan sosialisasi dan pesan kepada masyarakat supaya memaksimalkan capaian dari vaksinasi yang akan dilakukan,” pesan Khofifah.
“Tempatnya bisa di Puskesmas, Puskesmas Pembantu hingga Posyandu,” lanjutnya.
Sebagai informasi, Pemprov Jatim telah mengirimkan 9.825 vial vaksin MR atau Measles and Rubella dari Kementerian Kesehatan ke Dinas Kesehatan Sumenep guna menyukseskan pelaksanaan ORI yang akan dimulai Senin (25/8) mendatang.
“Mari kita sampaikan pesan-pesan ini dengan suasana yang bisa diterima oleh masyarakat umum. Kita punya tugas bersama-sama memberikan layanan tercepat guna membantu proses penanganan dari kasus kasus campak yang sedang terjadi di Sumenep,” pungkasnya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Anak RSUD Moh Anwar Sumenep, Dr. Anita mengatakan bahwa peningkatan jumlah kasus Campak di Kab. Sumenep kebanyakan diakibatkan kurangnya pengetahuan dari masyarakat tentang pentingnya pencegahan atau preventif dari Campak itu sendiri.
Karena campak itu disebabkan oleh virus maka masyarakat diharapkan bisa melakukan vaksinasi di Campak Dasar dan Campak Booster.
Untuk itu, ia mengaku senang dan berterima kasih atas kehadiran Gubernur Khofifah beserta jajaran guna percepatan penanganan KLB Campak di Sumenep termasuk mendukung Vaksinasi masal pada Senin (25/8) mendatang.
Kaitan kondisi terkini di RSUD Moh Anwar Sumenep, tercatat enam belas orang anak pasien campak yang dipastikan kondisinya stabil.
“Alhamdulillah enam belas orang anak pasien campak kondisinya sudah stabil dan Insya Allah hari ini akan ada dua orang yang dipulangkan,” ungkapnya