PAMEKASAN | SIGAP88 — Bagi masyarakat Madura, keandalan pasokan listrik bukan sekadar kebutuhan, melainkan tulang punggung kehidupan sehari-hari yan menopang aktivitas pertanian, usaha mikro, hingga kenyamanan rumah tangga.

Di balik arus listrik yang mengalir stabil, ada ratusan pekerja lapangan yang setiap hari berhadapan dengan risiko.

Menyongsong Hari Lahir Pancasila, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Madura mengubah momen ini menjadi pengingat penting, bahkan keandalan layanan tak boleh mengorbankan keselamatan manusia.

Langkah nyata diwujudkan lewat Apel Peralatan dan Personel Kontrak Harga Satuan (KHS) Jasa Konstruksi.

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial biasa. Ia menjadi ruang pertemuan antara komitmen korporasi dan nilai-nilai luhur kebangsaan.

Mengumpulkan ratusan pekerja dari berbagai mitra penyedia jasa, PLN ingin menegaskan bahwa menjaga nyawa tenaga kerja adalah bagian dari pengamalan nilai kemanusiaan dan keadilan yang terkandung dalam Pancasila.

“Kita tidak bisa bicara kemajuan jika mengabaikan perlindungan bagi mereka yang bekerja di garda terdepan,” demikian semangat yang mengiringi kegiatan tersebut.

Baca Juga  Dandim 0826 Pamekasan Dampingi Danrem 084 Bhaskara Jaya Tinjau Lokasi Pembangunan YTP dan BTP

Hadirnya manajemen bersama tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi bukti nyata tekad untuk menekan angka kecelakaan hingga mencapai zero accident.

Usai apel selesai, suasana berubah menjadi lebih serius. Dilakukan pemeriksaan mendalam atau ramp check terhadap seluruh komponen kerja yang akan diterjunkan.

Ini bukan sekadar melihat apakah alat ada atau tidak, melainkan memastikan setiap unsur memenuhi standar ketat yang telah ditetapkan. Pemeriksaan—pun dibagi menjadi empat aspek krusial yang saling berkaitan:

Pertama, sertifikasi kompetensi. Dokumen keahlian setiap pekerja diperiksa satu per satu. Hal ini penting karena menangani jaringan tegangan listrik membutuhkan pengetahuan teknis yang tepat; kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal.

Kedua, kelayakan alat pelindung diri. Helm pengaman, rompi berpendar, sarung tangan, hingga sepatu khusus kelistrikan dicek kondisinya, apakah masih layak pakai atau sudah harus diganti demi melindungi tubuh pekerja.

Ketiga, kondisi peralatan dan armada. Perkakas kerja hingga kendaraan operasional diuji kemampuannya.

Baca Juga  Pemkab Sumenep Rakor bersama SKK Migas dan Kangean Energi Indonesia

Pasalnya wilayah Madura yang memiliki beragam medan, mulai dari dataran pesisir hingga permukiman padat penduduk, menuntut peralatan yang andal agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan aman dan cepat.

Keempat, transparansi administrasi. Dokumen pekerjaan diteliti guna memastikan kesesuaian rencana pelaksanaan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Manajemen PLN UP3 Madura menegaskan, perlindungan terhadap tenaga kerja bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan cerminan sikap menghargai martabat manusia, yakni nilai inti dari Pancasila.

Kedisiplinan terhadap prosedur operasi standar bukanlah beban, melainkan harga mati yang harus dijaga bersama.

“Mengisi Semangat Hari Lahir Pancasila berarti kita berkomitmen memanusiakan manusia melalui jaminan keselamatan kerja yang optimal. Tidak ada yang lebih penting dari jiwa manusia. Peralatan yang prima dan personel yang patuh pada standar K3 adalah kunci utama untuk menghadirkan pelayanan kelistrikan yang aman, andal, dan tanpa kedip bagi masyarakat Madura,” tegas Fahmi Fahresi, Manajer PLN UP3 Madura, Kamis(11/6)

Baca Juga  RSUD dr. Iskak Tulungagung Gelar Simulasi Penanganan Gempa dan Kebakaran

Pln Up3 MaduraDi mata PLN, standarisasi ketat melalui skema Kontrak Harga Satuan ini memiliki makna ganda. Di satu sisi, pekerjaan perluasan maupun pemeliharaan jaringan listrik dapat berjalan lebih terarah dan efisien. Di sisi lain, hal ini menjadi jaminan mutu bagi pelanggan. Ketika pekerja merasa aman dan kompeten, waktu penanganan gangguan dapat dipersingkat secara signifikan.

Harapannya sederhana namun mendasar: setiap warga Madura, dari ujung barat hingga timur pulau, dapat menikmati haknya atas energi listrik yang berkualitas tanpa harus mengorbankan keselamatan mereka yang bekerja menghadirkan arus tersebut.

Keselamatan kerja dan pelayanan andal, keduanya berdiri beriringan, sebagaimana nilai Pancasila yang menjadi landasan bersama.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE