
JOMBANG | SIGAP88 – Kepengurusan Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jombang untuk periode 2026–2031 resmi dilantik dalam acara yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Jombang, pada Kamis (4/6/2026).
Pemkab Jombang menaruh harapan besar agar organisasi ini dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan investasi sekaligus membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh para pelaku usaha, jajaran pimpinan perangkat daerah, serta pengurus Dewan Pimpinan Provinsi APINDO Jawa Timur.
Momen ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara sektor usaha dan pemerintah demi mendorong kemajuan ekonomi di wilayah setempat.
Bupati Jombang Warsubi menegaskan bahwa APINDO memiliki kedudukan strategis sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan lingkungan usaha yang sehat, kondusif, dan berdaya saing.
Menurutnya, peran aktif dunia usaha sangat diperlukan untuk mempercepat laju pembangunan serta meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat.
“APINDO bukan sekadar wadah berkumpulnya para pelaku usaha, melainkan mitra strategis pemerintah dalam memperkuat iklim investasi, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Warsubi dalam sambutannya.
Sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan DPK APINDO Jombang, Warsubi menilai kerja sama yang erat antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kebutuhan mendasar di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang.
Oleh sebab itu, ia berharap kepengurusan yang baru terpilih mampu membangun komunikasi yang konstruktif dan produktif bersama seluruh pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan tersebut, Warsubi juga memaparkan capaian positif yang telah diraih, yakni penurunan angka pengangguran di wilayah Jombang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) saat ini tercatat sebesar 3,28 persen, mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Meski telah menunjukkan tren yang membaik, pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk terus memperluas lapangan kerja melalui pengembangan sektor usaha, peningkatan nilai investasi, serta pencetakan wirausaha-wirausaha baru.
Ia menekankan bahwa potensi kewirausahaan di Jombang masih sangat besar dan perlu terus didorong agar lahir pelaku usaha yang mandiri dan mampu bersaing.
“Banyak usaha berskala besar bermula dari langkah kecil. Oleh karena itu, semangat berwirausaha harus terus kita tumbuhkan, terutama di kalangan generasi muda,” tambahnya.
Selain itu, Warsubi juga menyoroti keunggulan letak geografis Jombang yang dinilai sangat strategis sebagai pendukung pertumbuhan investasi.
Kedekatan wilayah dengan jalur distribusi serta pusat-pusat ekonomi menjadi aset berharga untuk menarik minat para penanam modal.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa stabilitas kondisi dan kepastian dalam berusaha menjadi syarat utama agar para investor merasa aman dan nyaman menanamkan modalnya di daerah.
“Apabila iklim investasi terus tumbuh positif, maka peluang kerja akan semakin terbuka luas, roda ekonomi daerah berputar lebih kencang, dan kesejahteraan masyarakat pun akan ikut meningkat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPK APINDO Jombang yang baru dilantik, Fathurohman, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan organisasi ini tidak hanya sebagai wadah aspirasi pengusaha, tetapi juga mitra yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, APINDO harus berperan lebih luas dalam memperkuat struktur usaha, mendatangkan investor, serta mendukung seluruh program strategis pemerintah daerah.
“Ke depan, kami siap menjalin kerja sama yang erat dengan Pemerintah Kabupaten Jombang demi mewujudkan visi besar yaitu Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua,” ujar Fathurohman.
Di sisi lain, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Pemberdayaan Daerah DPP APINDO Jawa Timur, Jhonson Simanjuntak, menyatakan bahwa hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan pelaku usaha merupakan faktor penentu keberhasilan dalam meningkatkan angka investasi.
Ia juga memberikan apresiasi atas dukungan penuh yang diberikan Pemkab Jombang terhadap keberadaan organisasi ini.
Sinergi yang terjalin, menurut Jhonson, tidak hanya berdampak pada peningkatan nilai investasi, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan daya saing produk-produk lokal.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, APINDO Jombang diharapkan mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan realisasi investasi, perluasan lapangan kerja, serta penciptaan iklim usaha yang sehat, adil, dan berkelanjutan















