SAMPANG | SIGAP88 — Pasar murah bukan sekadar tempat masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Di tengah tekanan harga pangan dan kebutuhan menjaga daya beli, kegiatan semacam ini menjadi salah satu cara pemerintah memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap komoditas pangan strategis.
Gambaran itu terlihat dalam pelaksanaan Pasar Murah ke-85 Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang digelar di Halaman Kantor Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Bahkan, total transaksi selama kegiatan mencapai Rp60,6 juta.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut meninjau langsung pelaksanaan pasar murah tersebut. Kehadiran gubernur sekaligus memperlihatkan bahwa pengendalian harga pangan tidak hanya dilakukan melalui kebijakan di tingkat makro, tetapi juga melalui intervensi langsung yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Komoditas Pangan Menjadi Transaksi Terbesar
Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, dari total transaksi sebesar Rp60.600.000, transaksi komoditas bahan pokok mencapai Rp54.540.000.
Sementara transaksi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tercatat sebesar Rp6.060.000.
Tingginya transaksi bahan pokok menunjukkan bahwa kebutuhan pangan masih menjadi magnet utama masyarakat dalam kegiatan pasar murah. Sejumlah komoditas bahkan habis diserap warga.
Komoditas tersebut meliputi 600 sak beras SPHP, 200 kilogram gula, 360 liter minyak goreng, 200 kilogram telur ayam ras, 20 kilogram bawang merah, 20 kilogram bawang putih, 60 kilogram tepung, 15 kilogram cabai rawit merah, serta 15 kilogram cabai merah besar.
Sementara itu, dari stok 100 sak beras premium yang disediakan, sebanyak 65 sak berhasil terjual. Daging ayam ras juga terserap sebanyak 100 kilogram dari total stok 140 kilogram.
Pasar Murah dan Tantangan Menjaga Daya Beli
Pasar murah menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan kemampuan masyarakat membeli kebutuhan pokok.
Bagi masyarakat, program ini memberikan akses terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Bagi pemerintah, tingginya daya serap komoditas menjadi indikator bahwa intervensi terhadap distribusi pangan tetap dibutuhkan, terutama ketika harga komoditas tertentu mengalami tekanan.
Di sisi lain, kehadiran produk UMKM dalam kegiatan tersebut memperluas manfaat pasar murah. Masyarakat tidak hanya memperoleh kebutuhan pokok, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun terus mendorong pelaksanaan pasar murah di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi, sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.
Sebab, stabilitas pangan pada akhirnya tidak hanya diukur dari tersedianya komoditas di pasar, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk membelinya.














