JOMBANG | SIGAP88 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mempercepat normalisasi Afvour Dero.

Langkah strategis ini diambil untuk mengantisipasi risiko banjir sekaligus memastikan keberlangsungan pasokan air bagi lahan pertanian warga.

Afvour Dero merupakan saluran air strategis yang masuk dalam cakupan Daerah Aliran Sungai (DAS) Watudakon Kesamben.

Proyek ini menargetkan penataan saluran sepanjang 4.000 meter yang membentang melintasi dua desa di Kecamatan Kesamben, yaitu Desa Kedungbetik dan Desa Kedungmlati.

Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, menjelaskan peran vital saluran tersebut karena bermuara langsung ke Afvour Watudakon.

Oleh sebab itu, kapasitasnya harus selalu terjaga agar keseimbangan fungsi pengairan dan pembuangan air tetap terpelihara.

“Kapasitas saluran harus terus dijaga agar mampu mengalirkan air dengan baik, baik untuk kebutuhan pengairan maupun pembuangan,” ujar Bustomi Rabu (3/6/2026).

Baca Juga  Hardiknas Jatim 2026 Digelar di Pamekasan, Hadirkan Rekor MURI dan Dialog Pendidikan Nasional

Berdasarkan data perkembangan terbaru, progres pengerjaan menunjukkan hasil yang positif. Bagian saluran di Desa Kedungbetik telah rampung 100 persen dengan panjang 1.565 meter. Sementara itu, pekerjaan di Desa Kedungmlati masih berlangsung dan telah mencapai panjang 725 meter.

Untuk mempercepat penyelesaian, pihak dinas mengerahkan sejumlah alat berat berupa ekskavator.

Alat ini digunakan untuk mengeruk endapan lumpur akibat sedimentasi, membersihkan tanaman liar yang menutupi aliran, serta merapikan dinding dan dasar saluran agar daya tampung air kembali optimal. Dinas PUPR menargetkan seluruh pekerjaan selesai paling lambat pertengahan Juli 2026 mendatang.

Sementara, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Jombang, Sultoni, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana menghadapi perubahan pola cuaca yang semakin tidak menentu.

Baca Juga  Pangdam V Brawijaya Tinjau Lokasi Pembangunan Brigif dan Yonif TP di Mojowarno

Pemulihan fungsi saluran ini diharapkan dapat meringankan beban sistem drainase utama di wilayah tersebut.

“Selain meningkatkan kapasitas aliran, kegiatan ini juga untuk mengurangi sedimentasi dan mencegah penyempitan saluran yang berpotensi menyebabkan genangan di kawasan permukiman maupun lahan pertanian,” tutur Sultoni

Warga setempat, Sunarto (52), menyambut baik adanya perbaikan saluran ini. Selama beberapa tahun terakhir, ia kerap khawatir melihat saluran yang dangkal dan sempit saat musim hujan tiba.

“Dulu kalau hujan agak deras sedikit, airnya melimpah ke sawah. Kalau sudah dinormalisasi begini, kami jadi lebih tenang. Tanaman padi kami pun mendapatkan air yang cukup saat musim tanam,” ungkap warga Desa Kedungmlati, Kamis(11/6)

Baca Juga  Bhabinkamtibmas Mojotrisno Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah

Pihak dinas menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proyek sesuai jadwal.

Manfaat jangka panjang yang diharapkan tidak hanya terhindarnya wilayah dari ancaman banjir, tetapi juga terjaganya ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat.

“Keberadaan saluran yang berfungsi optimal juga akan mendukung keberlangsungan sistem irigasi pertanian yang menjadi salah satu sektor penopang perekonomian masyarakat Jombang,” pungkas Sultoni.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE