SUMENEP | SIGAP88 — Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong transformasi sektor pertanian melalui penerapan sistem tanam modern dan pemanfaatan teknologi guna memperkuat ketahanan pangan.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, transformasi pertanian menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.
“Kita harus bertransformasi kepada sistem tanam modern guna meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen pertanian,” kata Bupati Achmad Fauzi, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, transformasi pertanian harus dilakukan dengan terus mendorong inovasi untuk menjawab tantangan zaman. Pola pertanian konvensional dinilai perlu dikembangkan melalui pendekatan yang lebih modern dan berbasis teknologi.
“Tata cara pertanian yang harus dilakukan saat ini dengan pendekatan lebih modern. Tidak cukup mengandalkan cara-cara lama, mengandalkan cara-cara konvensional, melainkan harus ditopang inovasi dan teknologi,” tegasnya.
Bupati menyampaikan, penerapan sistem pertanian modern telah membuktikan bahwa hasil pertanian berkualitas tidak selalu bergantung pada luas lahan.
“Ini menunjukkan keberhasilan para petani dengan menggunakan pola tanam modern, dengan tingkat keberhasilan yang cukup memuaskan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan lahan, hingga meningkatnya kebutuhan pasar. Karena itu, transformasi pertanian diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan hasil pertanian dan perkebunan.
“Pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan,” tuturnya.
Saat ini, pemerintah daerah terus melakukan pendampingan dan pelatihan, sekaligus memperluas kolaborasi dengan kelompok tani, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan agar inovasi yang dilakukan petani dapat berkembang dengan baik.
“Saya berharap inovasi yang dilakukan oleh para petani terus bermunculan di berbagai desa sehingga Sumenep mampu menjadi daerah yang tangguh dalam mewujudkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Sumenep Hainur Rasyid mengatakan, pengembangan pertanian modern merupakan langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan di tengah semakin terbatasnya lahan produktif dan perubahan iklim yang terus berlangsung.
“Usaha hidroponik dan inovasi lainnya membuktikan bahwa teknologi mampu menghasilkan panen yang lebih optimal, berkualitas, dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi apabila dikelola secara serius,” paparnya.
Menurutnya, inovasi yang dilakukan petani dengan dukungan pendampingan pemerintah telah memberikan hasil positif. Bahkan, target produksi sejumlah hasil pertanian pada semester pertama telah mampu memenuhi target tahunan.
“Alhamdulillah hasil panen pertanian seperti gabah, target satu tahun sudah tertutupi pada semester pertama. Ini menunjukkan transformasi dengan menggunakan tata cara modern sukses,” pungkasnya.














