SUMENEP | SIGAP88 – Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memindahkan episentrum gelaran tahunan Karapan Sapi “Bupati Cup” ke Pulau Sapudi dinilai sebagai strategi jitu memecah ketimpangan ekonomi antara wilayah daratan dan kepulauan. Kebijakan ini tidak hanya merawat tradisi budaya, tetapi juga diproyeksikan memicu perputaran modal sektor riil di tingkat tapak.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Drs. Mas’ud Ali, menyebut penunjukan lokasi ini sebagai langkah yang sangat tepat secara momentum dan historis.

“Pulau Sapudi sudah sangat layak. Gelaran sekelas Bupati Cup di wilayah kepulauan akan langsung menggerakkan roda ekonomi masyarakat bawah, terutama sektor akomodasi, transportasi lokal, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” ujar Mas’ud saat dihubungi pada Jumat (12/6/2026).

Baca Juga  Desa Pagerungan Kecil Terima CSR Danantara

Modal Infrastruktur Lapangan Standar

Menurut Mas’ud, legislator senior tiga periode dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI, kelayakan Sapudi disokong oleh kesiapan fasilitas fisik penunjang. Pulau ini telah memiliki beberapa lapangan (kerapan) sapi yang memenuhi standar baku perlombaan, sehingga pemkab tidak perlu memulai pembangunan dari nol.

Lebih dari itu, Sapudi memegang legitimasi historis yang tidak dimiliki wilayah lain. Pulau ini merupakan rahim sekaligus cikal bakal lahirnya bibit-bibit sapi karapan berkualitas tinggi yang menjadi primadona di Madura hingga keluar wilayah Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga  Hadir Ditengah Warga, Babinsa Koramil 0826-05 Larangan Dukung Usaha Ekonomi Masyarakat

Kehadiran ribuan wisatawan dan pencinta karapan sapi ke Sapudi dipastikan menjadi katalisator bagi sektor pariwisata daerah.

“Destinasi wisata alam dan situs religi yang ada di Sapudi akan ikut terekspos secara organik seiring berjalannya festival kultural ini,” tambah Mas’ud.

Akselerasi Pembangunan Sektor Kepulauan

Dampak positif dari beralihnya pusat kegiatan ke wilayah pulau juga disoroti dari sisi akselerasi infrastruktur sosial. Atensi pemkab dalam menyelenggarakan acara skala kabupaten secara tidak langsung memaksa adanya percepatan perbaikan fasilitas publik di kepulauan guna menyambut arus pendatang.

Sinyal kesiapan dari jajaran birokrasi tingkat bawah juga menguat. Camat Nonggunong sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Camat Gayam, Roby Firmansyah, menegaskan antusiasme warga lokal sangat tinggi untuk menyukseskan agenda ini. Sapudi ingin membuktikan kapasitasnya sebagai produsen utama sapi pacuan jawara.

Baca Juga  Dandim 0826 Pamekasan Pimpin Upacara Harkitnas ke-118

“Penunjukan ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi dan pengakuan konkret dari Pemkab Sumenep terhadap kontribusi historis Pulau Sapudi sebagai tanah leluhur tradisi karapan sapi Madura,” kata Roby.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE