Ringkasan Berita
- PT Terminal Petikemas Surabaya berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengemudi truk peti kemas.
- Kegiatan ini meliputi pemeriksaan kesehatan umum, skrining gigi, dan edukasi pola hidup sehat.
SURABAYA | SIGAP88 — Di balik kelancaran arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak, ada peran para pengemudi truk yang setiap hari bekerja dengan mobilitas tinggi. Namun, tuntutan pekerjaan tersebut juga membuat kesehatan menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan.
Berangkat dari kepedulian itu, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pengemudi truk pengangkut peti kemas yang menggunakan jasa TPS.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (1/11/2026) di Shelter Ekspor dan Impor TPS tersebut menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat dalam rangkaian Airlangga Medical Scientific Week (AMSW) 2026.
Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah, asam urat, hingga skrining kesehatan gigi. Pemeriksaan dilakukan mahasiswa FK UNAIR dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga di bawah supervisi tenaga kesehatan profesional.
Tidak hanya mendapatkan pemeriksaan, para pengemudi juga memperoleh edukasi mengenai pola hidup sehat dan pentingnya mendeteksi risiko penyakit sejak dini, terutama penyakit tidak menular.
Bagi pekerja yang setiap hari terlibat dalam aktivitas pengangkutan peti kemas, menjaga kondisi fisik bukan sekadar urusan pribadi. Kesehatan pengemudi turut berkaitan dengan keselamatan perjalanan, kelancaran distribusi barang, dan keberlangsungan rantai pasok logistik.
Direktur Utama TPS Ali Sodikin mengatakan, perhatian terhadap kesehatan pengemudi merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun ekosistem logistik yang tidak hanya berorientasi pada operasional, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan para pemangku kepentingan.
“Pengemudi truk memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan arus peti kemas. Karena itu, kesehatan mereka menjadi perhatian bersama. TPS menyambut baik kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dalam menghadirkan layanan kesehatan gratis ini sebagai bentuk kepedulian terhadap para pengguna jasa sekaligus upaya mendorong budaya hidup sehat di lingkungan logistik dan kepelabuhanan,” ungkap pria yang akrab disapa Also tersebut.
Peserta AMSW 2026 Kenali Operasional Terminal Peti Kemas
Rangkaian kegiatan AMSW 2026 juga diisi dengan kunjungan edukatif ke lingkungan operasional TPS. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai pengelolaan terminal peti kemas, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta peran pelabuhan dalam menunjang konektivitas logistik nasional dan perdagangan internasional.
Kunjungan tersebut mempertemukan perspektif akademik dengan praktik industri kepelabuhanan. Peserta tidak hanya mempelajari aspek pelayanan terminal, tetapi juga mengenal pentingnya keselamatan dan kesehatan dalam lingkungan kerja dengan tingkat aktivitas operasional yang tinggi.
TPS berharap kolaborasi dengan Universitas Airlangga dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia pendidikan, dan industri kepelabuhanan.
Sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi kontribusi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta membangun lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif.


















