Ket foto : Beberapa kegiatan simulasi karyawan RSUD dr. Iskak Tulungagung.

TULUNGAGUNG | SIGAP88 – Guna meminimalisir resiko dan korban jiwa, RSUD dr. Iskak Tulungagung menggelar simulasi penanganan gempa dan kebakaran.

Simulasi ini rutin digelar setiap tahun dan diikuti seluruh perwakilan unit pelayanan di rumah sakit, mulai dari tenaga medis hingga unsur manajemen.

Dalam agenda tersebut, terjadi kepanikan ditengah pelayanan kesehatan berlangsung saat gempa bumi mengguncang Gedung Graha Mandiri.

Tenaga kesehatan dan pasien yang berada di lantai lima berupaya menyelamatkan diri dengan perlindungan di area yang dianggap aman.

Disampaikan Koordinator Komite K3 RSUD Dokter Iskak Tulungagung, Zuhda Maulana, kegiatan tersebut merupakan bagian dari simulasi kegawatdaruratan bencana yang rutin dilaksanakan setiap tahun di lingkungan rumah sakit.

Baca Juga  SDN Sapeken 1 Jadi Rujukan Calon Wali Murid

“Memang di Rumah Sakit Dr. Iskak setiap tahun kita melakukan program simulasi tanggap bencana untuk seluruh karyawan di RSUD Dr. Iskak,” ucap Zuhda, Rabu (13/5/2026).

Selanjutnya, ketika kondisi dinyatakan lebih terkendali, proses evakuasi pasien langsung dilakukan menuju titik aman guna mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.

Di tengah proses penyelamatan, muncul simulasi kebakaran di salah satu ruangan yang diduga memicu korsleting listrik akibat gempa.

Petugas kemudian sigap mengumpulkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Dalam simulasi kali ini, lanjut Zuhda, pihak rumah sakit menyiarkan penanganan bencana gempa bumi yang dilanjutkan dengan proses evakuasi korban dari Gedung Graha Mandiri lantai lima, yang merupakan gedung tertinggi di lingkungan rumah sakit.

Baca Juga  Bupati Warsubi Berangkatkan Dua Kloter Calon Jemaah Haji Kabupaten Jombang

Selain simulasi gempa, peserta juga mendapat pelatihan penanganan kebakaran dengan skenario gempa bumi yang menyebabkan korsleting listrik hingga memicu kebakaran di area rumah sakit.

“Setelah itu, kami melakukan simulasi juga terkait bencana kebakaran. Jadi skenarionya adalah bencana gempa bumi yang menyebabkan korsleting listrik sehingga menimbulkan kebakaran di rumah sakit,” imbuh Zuhda.

Kegiatan yang diadakan bersama BPBD Tulungagung tersebut juga menjadi rangkaian lokakarya manajemen bencana bagi staf medis maupun nonmedis yang berlangsung selama dua hari.

Hari pertama diisi dengan materi, roleplay, dan pembekalan teori di auditorium, sedangkan hari kedua dilanjutkan dengan praktik lapangan melalui simulasi langsung.

Zuhda juga mengatakan, peserta kegiatan berasal dari seluruh perwakilan unit pelayanan di rumah sakit, mulai dari tenaga medis hingga unsur manajemen.

Baca Juga  Implementasikan Bangga Kencana, Kepala Puskesmas Arjasa Hadiri Pertemuan Rutin Bulanan

Simulasi tersebut bertujuan membangun kesiapsiagaan seluruh civitas rumah sakit saat menghadapi situasi darurat sebenarnya.

“Pesertanya yaitu seluruh perwakilan ruangan di Rumah Sakit Dr.Iskak.Jadi ada dari perawat, bidan, manajemen, rekam medis, radiologi, dokter, semua profesi ikut serta dalam kegiatan simulasi ini,” pungkasnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE