JOMBANG | SIGAP88 — Benjolan yang muncul di tubuh tidak selalu menandakan kanker. Namun, mengabaikannya tanpa pemeriksaan medis dapat membuat penyakit yang mendasarinya terlambat diketahui. Karena itu, kepastian diagnosis menjadi langkah penting sebelum dokter menentukan tindakan dan pengobatan yang sesuai.

Menjawab kebutuhan tersebut, RSUD Jombang memperkuat layanan Instalasi Patologi Anatomi dengan menyediakan pemeriksaan Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB), sitologi, histopatologi, hingga imunohistokimia. Rangkaian pemeriksaan ini membantu dokter mengidentifikasi karakteristik kelainan sel dan jaringan, termasuk membedakan tumor jinak, keganasan, maupun peradangan.

Melalui layanan diagnostik tersebut, penanganan pasien diharapkan dapat ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan yang lebih akurat, bukan semata-mata dari tampilan benjolan atau gejala yang dirasakan.

Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, MKP, melalui dokter spesialis Patologi Anatomi, dr. Agung Dwi Suprayitno, Sp.PA, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan benjolan yang tumbuh secara tidak normal pada bagian tubuh.

Menurut Agung, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab dan jenis kelainan sehingga dokter dapat menentukan langkah penanganan berikutnya secara tepat.

“Peran kami adalah sebagai gold standard diagnosis. Hasil pemeriksaan Patologi Anatomi (PA) sangat krusial untuk menentukan stadium dan jenis terapi yang paling tepat bagi pasien,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam program dialog Humas RSUD Menyapa yang dipandu Risqy Oktafriyanti, A.Md.Keb, Senin (28/9/2026).

Patologi Anatomi, Penentu Arah Pengobatan

Patologi Anatomi merupakan cabang ilmu kedokteran yang mempelajari perubahan sel dan jaringan tubuh akibat penyakit. Pemeriksaan dilakukan terhadap sampel jaringan maupun cairan tubuh untuk membantu menegakkan diagnosis.

Dalam praktiknya, layanan ini tidak hanya berfungsi mengidentifikasi penyakit, tetapi juga mendukung dokter klinisi dalam menentukan pilihan terapi serta memperkirakan perjalanan penyakit atau prognosis pasien.

Pemeriksaan dilakukan berdasarkan rujukan dokter klinisi, dengan metode yang disesuaikan terhadap kondisi dan jenis sampel yang diperiksa.

Untuk sampel jaringan yang diperoleh melalui biopsi atau tindakan operasi, laboratorium melakukan pemeriksaan histopatologi. Sementara itu, sampel berupa cairan tubuh dapat diperiksa melalui metode sitologi guna mengidentifikasi perubahan atau kelainan sel.

Pemeriksaan sitologi dapat digunakan pada berbagai sampel, antara lain cairan pleura, cairan asites, cairan serebrospinal atau cairan otak, serta urine.

Sampel tersebut diproses menjadi preparat untuk diamati di bawah mikroskop. Pada kondisi tertentu, laboratorium juga dapat membuat preparat cell block atau blok sel agar pemeriksaan tambahan dapat dilakukan guna mendukung ketepatan diagnosis.

FNAB dan Pap Smear untuk Deteksi Dini

Salah satu pemeriksaan yang tersedia di Instalasi Patologi Anatomi RSUD Jombang adalah Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB).

Prosedur ini menggunakan jarum halus untuk mengambil sampel sel dari benjolan atau jaringan yang dicurigai mengalami kelainan. Sampel kemudian dianalisis untuk membantu mengetahui apakah benjolan mengarah pada proses jinak, keganasan, atau peradangan.

FNAB menjadi salah satu pilihan pemeriksaan awal yang dapat membantu dokter menentukan kebutuhan pemeriksaan lanjutan maupun penanganan pasien.

Selain itu, tersedia pemeriksaan Pap smear untuk mendukung skrining kanker serviks atau kanker leher rahim. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi perubahan sel pada leher rahim sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Agung menegaskan, pemeriksaan sejak dini menjadi bagian penting dalam menentukan penanganan. Meski demikian, jenis pemeriksaan yang dibutuhkan tetap bergantung pada hasil evaluasi dokter terhadap kondisi masing-masing pasien.

Imunohistokimia, Pemeriksaan Lanjutan untuk Menentukan Terapi

Perkembangan teknologi diagnostik turut memperluas kemampuan Instalasi Patologi Anatomi RSUD Jombang melalui layanan imunohistokimia.

Pemeriksaan ini menggunakan penanda khusus untuk mengidentifikasi karakteristik sel atau jaringan tertentu. Dalam penanganan kanker, hasil imunohistokimia dapat membantu memastikan subtipe tumor serta mendukung penentuan terapi yang sesuai.

Salah satu penerapannya adalah pada kasus kanker payudara, termasuk untuk membantu menilai karakteristik biologis tumor yang berpengaruh terhadap pilihan pengobatan.

Namun, pemanfaatannya tidak terbatas pada kanker payudara. Pemeriksaan imunohistokimia juga dapat digunakan pada berbagai jenis kanker sesuai indikasi medis.

“Pemeriksaan Imunohistokimia ini bisa dimanfaatkan untuk semua jenis kanker, tidak hanya payudara,” tegas Agung.

Ketersediaan layanan tersebut diharapkan membantu memperkuat proses diagnosis dan mendukung kebutuhan pemeriksaan lanjutan pasien, khususnya dalam penanganan penyakit keganasan.

Berapa Lama Hasil Pemeriksaan Keluar?

Waktu penyelesaian pemeriksaan di laboratorium Patologi Anatomi RSUD Jombang berbeda-beda, bergantung pada metode dan tingkat kerumitan analisis.

Pihak rumah sakit menyebut waktu penyelesaian pemeriksaan berbeda sesuai jenis layanan. Pemeriksaan FNAB diperkirakan dapat diketahui dalam waktu sekitar 24 jam. Untuk pemeriksaan sitologi, termasuk Pap smear, prosesnya membutuhkan sekitar tiga hari kerja.

Sementara pemeriksaan histopatologi terhadap sampel jaringan memerlukan waktu sekitar tujuh hingga 14 hari kerja. Adapun pemeriksaan imunohistokimia diperkirakan selesai dalam waktu sekitar tujuh hari kerja.

Waktu tersebut merupakan estimasi sesuai jenis pemeriksaan dan proses analisis laboratorium.

Untuk pemeriksaan jaringan, proses diawali dengan penerimaan spesimen beserta formulir permintaan pemeriksaan yang lengkap. Jaringan kemudian menjalani fiksasi menggunakan formalin buffer 10 persen, dilanjutkan pemrosesan menjadi blok parafin dan pembuatan preparat.

Preparat selanjutnya dianalisis oleh dokter spesialis Patologi Anatomi untuk menghasilkan kesimpulan diagnostik atau ekspertise.

Proses pemeriksaan yang bertahap tersebut diperlukan agar hasil analisis dapat menjadi dasar pertimbangan medis bagi dokter yang menangani pasien.

Didukung Dua Dokter Spesialis

Dalam menjalankan pelayanan, Instalasi Patologi Anatomi RSUD Jombang didukung dua dokter spesialis, yakni dr. Agung Dwi Suprayitno, Sp.PA dan dr. Tjondro Sasmoro, Sp.PA.

Pelayanan laboratorium dibuka setiap hari kerja, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Kelengkapan layanan pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya RSUD Jombang mendukung kebutuhan diagnostik masyarakat Jombang dan sekitarnya, terutama dalam penanganan kelainan jaringan, tumor, serta penyakit kanker.

Bagi masyarakat, pesan yang perlu diperhatikan adalah tidak menunda konsultasi medis ketika menemukan benjolan yang tidak biasa, mengalami perubahan ukuran, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.

Sebab, kepastian mengenai jenis penyakit merupakan langkah awal untuk menentukan penanganan yang sesuai. Pemeriksaan dini tidak menjamin seluruh penyakit dapat disembuhkan, tetapi dapat membantu dokter mengenali kondisi pasien lebih cepat dan menyusun rencana terapi berdasarkan hasil diagnosis.

☕
Traktir Kopi SIGAP88
Dukung SIGAP88 untuk terus menghadirkan informasi yang akurat dan terpercaya.
Dukung SIGAP88
📰 Baca Versi E-Paper
Baca berita ini dalam tampilan koran digital SIGAP88.
BUKA VERSI KORAN

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses