
SUMENEP | SIGAP88 — Kabupaten Sumenep mencatatkan capaian dalam Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026. Pemerintah Kabupaten Sumenep meraih juara pertama pada tiga kategori sekaligus, meliputi Wakaf, Keuangan Mikro Syariah, serta Inklusi Keuangan Syariah Pemerintah Daerah.
Tiga penghargaan tersebut diserahkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam rangkaian FESyar Regional Jawa 2026 di Surabaya, Minggu (27/9/2026).
Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim hadir menerima penghargaan tersebut, didampingi Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Sumenep, Salamet Supriyadi.
Capaian ini menjadi catatan tersendiri bagi Sumenep dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat regional. Namun, bagi pemerintah daerah, penghargaan tersebut sekaligus membawa tantangan untuk memastikan pengembangan ekonomi syariah tidak berhenti pada prestasi dan seremoni.
Imam Hasyim mengatakan, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi Pemkab Sumenep untuk memperkuat pengembangan ekonomi syariah melalui kerja sama lintas sektor.
Menurutnya, keberhasilan membangun ekosistem ekonomi syariah tidak cukup diukur dari penghargaan, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Sumenep untuk terus memperkuat ekonomi syariah. Yang terpenting, manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas dan berkelanjutan,” kata Imam Hasyim kepada media ini seusai menerima penghargaan.
Ia menegaskan, potensi wakaf, keuangan mikro syariah, dan inklusi keuangan perlu terus dikembangkan agar memiliki peran nyata dalam memperluas akses ekonomi masyarakat.
Pengembangan ketiga sektor tersebut, lanjutnya, harus berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat serta didukung program yang berkelanjutan.
“Kita ingin ekonomi syariah tumbuh secara nyata. Wakaf, keuangan mikro syariah dan inklusi keuangan harus menjadi bagian dari upaya membuka akses ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Kolaborasi Jadi Kunci Keberlanjutan
Imam Hasyim menambahkan, penguatan ekonomi syariah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga unsur masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
Sinergi tersebut diperlukan agar potensi ekonomi syariah di Sumenep dapat berkembang lebih luas dan memberikan manfaat yang berkesinambungan.
Ia berharap, tiga penghargaan yang diraih menjadi penyemangat untuk memperkuat program sekaligus meningkatkan kontribusi ekonomi syariah terhadap kehidupan masyarakat.
“Prestasi ini harus menjadi penyemangat untuk bekerja lebih baik. Pemerintah daerah akan terus mendorong kolaborasi agar ekonomi syariah semakin kuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat Sumenep,” pungkasnya.
Sebagai informasi, FESyar Regional Jawa 2026 diselenggarakan Bank Indonesia pada 25–27 September 2026 di Surabaya. Kegiatan tersebut mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital.”
Agenda tahunan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah melalui berbagai kegiatan, mulai dari forum diskusi, pameran, business matching, hingga kompetisi ekonomi dan budaya Islam.
Bagi Sumenep, raihan tiga juara tersebut menjadi modal sekaligus dorongan untuk melanjutkan pengembangan ekonomi syariah yang lebih inklusif. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan capaian di tingkat regional menjadi program yang membuka akses ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di tingkat lokal.















