PAMEKASAN | SIGAP88 — Pasar Murah ke-84 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, mencatat transaksi Rp74,1 juta.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Larangan, Minggu (19/7/2026), tersebut tidak hanya menjadi ruang distribusi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga memperlihatkan tingginya minat masyarakat terhadap komoditas pangan yang harganya lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Dari total transaksi yang tercatat, penjualan bahan pokok mencapai Rp67.942.000. Sementara produk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyumbang transaksi sebesar Rp6.241.000.

Beras menjadi komoditas yang paling banyak diburu masyarakat. Sebanyak 800 sak beras SPHP senilai Rp44 juta ludes terjual, disusul 100 sak beras premium dengan nilai transaksi Rp7 juta yang juga habis dibeli warga.

Selain beras, sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga terserap habis dalam pasar murah tersebut. Gula sebanyak 200 kilogram, minyak goreng 408 liter, telur ayam ras 200 kilogram, bawang merah dan bawang putih masing-masing 20 kilogram, serta tepung sebanyak 60 kilogram seluruhnya terjual.

Minat masyarakat juga terlihat pada komoditas cabai. Sebanyak 15 kilogram cabai rawit merah dan 15 kilogram cabai merah besar yang disediakan dalam kegiatan tersebut juga ludes.

Sementara itu, penjualan daging ayam ras tercatat belum sepenuhnya menghabiskan stok yang tersedia. Dari 120 kilogram daging ayam yang disiapkan dengan harga Rp32.000 per kilogram, sebanyak 79 kilogram terjual dengan nilai transaksi Rp2.528.000.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pasar murah menjadi salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung upaya stabilisasi harga kebutuhan pokok.

“Pasar murah ini pada dasarnya untuk memperluas jangkauan masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Harapannya daya beli masyarakat semakin kuat dan stabilisasi harga dapat terus kita lakukan,” ujar Khofifah.

Ia menjelaskan, pelaksanaan pasar murah juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Langkah tersebut, kata dia, sejalan dengan koordinasi pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah bersama Menteri Dalam Negeri.

Pasar Murah Buka Akses Pemasaran bagi Produk UMKM

Pasar murah tersebut juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada masyarakat.

Keterlibatan UMKM tidak hanya diarahkan pada penjualan selama kegiatan berlangsung. Produk yang ditampilkan telah melalui proses kurasi dan pendampingan, sehingga diharapkan memiliki daya saing yang lebih baik dan berpeluang mengikuti misi dagang yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dengan demikian, kegiatan pasar murah tidak hanya mempertemukan masyarakat dengan kebutuhan pokok berharga terjangkau, tetapi juga membuka ruang pemasaran bagi produk lokal yang dihasilkan pelaku usaha kecil dan menengah.

Jawa Timur Punya Peran Strategis dalam Ketahanan Pangan

Di luar fungsi pasar murah sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga, Jawa Timur juga memiliki posisi penting dalam rantai pasok pangan nasional.

Khofifah menyebut Jawa Timur tercatat sebagai produsen beras terbesar di Indonesia selama tujuh tahun berturut-turut. Provinsi ini juga menjadi produsen jagung terbesar nasional dan menyumbang hampir 51 persen produksi gula konsumsi nasional.

Selain itu, Jawa Timur disebut sebagai penghasil telur terbesar serta memiliki populasi sapi sekitar 3,6 juta ekor, tertinggi di Indonesia.

Posisi tersebut membuat stabilitas pangan di Jawa Timur tidak hanya berkaitan dengan harga di tingkat konsumen, tetapi juga dengan kapasitas produksi dan ketersediaan komoditas pangan yang menopang kebutuhan masyarakat.

Pelaksanaan pasar murah secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah pengendalian inflasi melalui upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan, sekaligus membuka akses pemasaran bagi produk UMKM.

Dengan transaksi yang mencapai Rp74,1 juta di Kecamatan Larangan, pasar murah ke-84 Pemprov Jatim menunjukkan bahwa kebutuhan pokok tetap menjadi perhatian utama masyarakat ketika tersedia dengan harga yang lebih terjangkau.