back to top
Beranda NEWS Madura Raya

Madura Night Vaganza 2026 Dibuka, 200 Stan Ramaikan Pameran Sumenep

0
657
Madura Night Vaganza 2026 di Sumenep
Madura Night Vaganza 2026 resmi dibuka di GOR A. Yani Pangligur Sumenep.

SUMENEP | SIGAP88 – Geliat promosi potensi daerah dan ekonomi kreatif mulai terasa di Kabupaten Sumenep. Madura Night Vaganza 2026 resmi dibuka di Gedung Olahraga (GOR) A. Yani Pangligur, Rabu (26/8/2026), dengan menggabungkan pameran pembangunan, UMKM, seni, budaya, hingga fashion dalam satu rangkaian kegiatan.

Pembukaan event tersebut dilakukan melalui Sekretaris Daerah Sumenep Agus Dwi Saputra yang mewakili Bupati Sumenep. Kehadiran ratusan stan dalam kegiatan ini tidak sekadar menjadi etalase program pemerintah, tetapi juga diarahkan sebagai ruang promosi potensi ekonomi lokal.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Agus, Pemerintah Kabupaten Sumenep menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Madura Night Vaganza 2026.

Pemkab berharap kegiatan tersebut mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

“Semoga kegiatan ini menarik kunjungan wisata ke Sumenep dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan,” ujar Agus.

Menurutnya, pameran pembangunan idealnya tidak berhenti pada kegiatan menampilkan program dan capaian pemerintah. Lebih dari itu, pameran harus menjadi ruang komunikasi terbuka agar masyarakat dapat melihat perkembangan pembangunan sekaligus mengenali potensi yang masih bisa dikembangkan.

Berbagai inovasi, produk unggulan dan potensi daerah yang ditampilkan diharapkan mampu mempertemukan pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat dalam satu ruang.

“Pameran pembangunan menjadi ruang komunikasi pemerintah dengan masyarakat tentang apa yang telah dikerjakan dan yang harus diperjuangkan bersama,” katanya.

Agus menekankan, ukuran keberhasilan pembangunan tidak semata-mata dilihat dari bertambahnya infrastruktur. Pembangunan harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, sektor pertanian, kelautan dan perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, seni serta budaya dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah.

“Setiap program pembangunan harus meningkatkan pendapatan, membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas layanan publik,” tegasnya.

Pemerintah daerah juga mendorong seluruh perangkat daerah agar tidak berhenti berinovasi, terutama dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pada saat yang sama, masyarakat didorong untuk tidak sekadar menjadi penerima manfaat pembangunan. Partisipasi, gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha serta masyarakat dinilai menjadi bagian penting untuk membangun Sumenep yang lebih mandiri dan sejahtera.

Ratusan Stan, UMKM Dapat Ruang Pasar

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep Faruq Hanafi mengatakan Madura Night Vaganza 2026 berlangsung hingga 5 September 2026.

Sekitar 200 stan disiapkan dalam event tersebut. Pesertanya beragam, mulai instansi vertikal, organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, BUMD, badan usaha, hotel, restoran, perguruan tinggi, developer hingga pelaku UMKM.

Komposisi peserta yang beragam membuat Madura Night Vaganza tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan program pemerintah, tetapi juga membuka akses promosi bagi produk-produk masyarakat.

“Pelaku UMKM mendapat peluang lebih luas memasarkan produknya. Ini juga memperkuat sinergi pemerintah, swasta dan masyarakat,” kata Faruq.

Ruang promosi itu bahkan tidak hanya diisi peserta dari Kabupaten Sumenep. Sejumlah daerah lain turut ambil bagian, di antaranya Bangkalan, Jember, Sampang, Pamekasan dan Malang.

Keterlibatan daerah lain memperluas jejaring promosi sekaligus membuka peluang pertukaran potensi antardaerah. Produk dan kreativitas lokal Sumenep pun memiliki kesempatan dikenalkan kepada pengunjung dari luar daerah.

Tak Sekadar Pameran, Seni dan Batik Ikut Menghidupkan Panggung

Madura Night Vaganza 2026 juga dikemas dengan pertunjukan seni dan fashion batik. Sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur ikut berkolaborasi dalam rangkaian pertunjukan.

“Ada kolaborasi kesenian dan fashion batik dari sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur yang hadir malam ini,” imbuh Faruq.

Kolaborasi tersebut melibatkan Tuban, Kota Probolinggo, Bondowoso, Kota Blitar, Kabupaten Malang, Pasuruan, Nganjuk, Banyuwangi, Situbondo, Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Ngawi.

Kehadiran berbagai unsur tersebut membuat Madura Night Vaganza 2026 tidak hanya menawarkan aktivitas pameran, tetapi juga menghadirkan ruang perjumpaan antara ekonomi, pariwisata dan kebudayaan.

Bagi Sumenep, momentum ini menjadi kesempatan untuk memperlihatkan bahwa potensi daerah tidak hanya berada pada sektor pemerintahan dan pembangunan fisik. Kreativitas masyarakat, produk UMKM, seni, budaya dan destinasi wisata juga merupakan kekuatan yang dapat dikembangkan menjadi penggerak ekonomi.

Dengan berlangsungnya kegiatan hingga 5 September, Madura Night Vaganza 2026 diharapkan mampu menciptakan pergerakan pengunjung sekaligus memperpanjang peluang promosi bagi pelaku usaha lokal.

Pameran, UMKM, seni, budaya dan fashion yang dikemas dalam satu event pada akhirnya menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Sumenep bukan hanya sebagai daerah dengan kekayaan potensi, tetapi juga sebagai wilayah yang terus membangun ekosistem ekonomi kreatif dan membuka ruang kolaborasi.

error: Konten dilindungi!!