back to top
Beranda NEWS Madura Raya

Haji Her Dukung Perempuan Berani Bersuara, Santri Berbicara Jadi Ruang Ekspresi

0
127

PAMEKASAN | SIGAP88 — Keberanian perempuan menyampaikan pendapat di ruang publik mendapat dukungan dari CEO Bawang Mas, Khairul Umam, yang akrab disapa Haji Her. Ia menilai perempuan perlu memiliki ruang untuk berbicara dan mengutarakan gagasan secara terbuka.

Dukungan tersebut disampaikan Haji Her saat menghadiri kegiatan Stand Up Comedy bersama Ning Inayah yang digelar PC Fatayat NU Pamekasan di Kantor PCNU Pamekasan, Senin (26/10/2026).

Menurut dia, kegiatan bertajuk Santri Berbicara itu menjadi ruang positif bagi perempuan untuk belajar mengekspresikan diri sekaligus menyampaikan pendapat di hadapan publik.

“Mendukung perempuan untuk bebas berbicara, bebas berbicara itu penting,” ujarnya di sela kegiatan.

Haji Her hadir bersama ibundanya. Kehadiran tersebut, menurut dia, juga menjadi bentuk edukasi bahwa perempuan memiliki hak untuk bersuara dan menyampaikan pandangan.

Ia menilai kegiatan yang dapat diikuti secara gratis itu memberikan kesempatan bagi perempuan, khususnya kalangan santri, untuk mengembangkan keberanian berbicara di ruang publik.

“Perempuan itu boleh berbicara, boleh menyampaikan pendapatnya,” tegasnya.

Namun, ketika ditanya mengenai batas kebebasan berbicara perempuan dalam kehidupan rumah tangga, terutama terkait hubungan dengan suami, Haji Her memberikan jawaban yang disampaikannya dengan nada berseloroh.

“Perempuan itu boleh menentang? Tidak boleh menentang suami, tidak boleh. Karena saya diajak Ibu saya tadi, jadi harus tetap dalam koridor yang baik,” pungkasnya sambil tertawa.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Pamekasan, Mariatul Qibtiyah, mengatakan tema Santri Berbicara tidak terlepas dari hubungan historis Fatayat NU dengan lingkungan pesantren.

“Ini berkaitan erat dengan akar organisasi,” tuturnya.

Menurut Mariatul, peringatan Hari Santri tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kembali hubungan organisasi dengan pesantren sebagai tempat pendidikan, pembentukan karakter, dan pengembangan kader.

“Kami selenggarakan dalam rangka Hari Santri Nasional 2026, dengan dikemas Stand Up Comedy mengusung tema Santri Berbicara. Karena tidak luput dari peran bahwa Fatayat ini berasal dari Pesantren,” ujarnya.

Pesantren dan Tantangan Kepemimpinan Perempuan

Bagi Fatayat NU Pamekasan, pesantren memiliki posisi penting dalam menyiapkan generasi penerus organisasi. Keterlibatan santri dan alumni pesantren dinilai menjadi salah satu unsur yang dapat memperkuat kesinambungan kaderisasi.

Mariatul menegaskan, penguatan hubungan dengan pesantren menjadi bagian dari komitmennya selama memimpin organisasi.

“Komitmen saya sebagai Ketua, bagaimana Fatayat itu kembali ke Pesantren dan Pesantren itu menjadi wadah terbesar, wadah yang paling penting untuk menjalankan program-program yang ada di Fatayat,” tegasnya.

Kegiatan Santri Berbicara melalui pendekatan komedi menjadi salah satu cara menghadirkan ruang ekspresi bagi perempuan. Di tengah suasana santai, pesan tentang keberanian menyampaikan pendapat menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.

error: Konten dilindungi!!