back to top
Beranda NEWS Madura Raya

Ning Inayah Wahid di Panggung Fatayat Pamekasan: Kalau Takut Terus, Kapan Majunya?

0
183

Ringkasan Berita

  • Ning Inayah Wahid tampil dalam kegiatan PC Fatayat NU Pamekasan melalui stand up comedy yang memadukan humor dengan pesan ke-NU-an.
  • Ia mengajak kader Fatayat berani menghadapi ketakutan, bersuara, dan mengambil peran lebih besar dengan mengutip pesan sang ayah, Gus Dur.

PAMEKASAN | SIGAP88 — Dakwah tidak selalu harus disampaikan melalui ceramah panjang. Di tangan Ning Inayah Wulandari Wahid, panggung stand up comedy justru menjadi ruang untuk menyampaikan pesan tentang keberanian, kemaslahatan, dan masa depan perempuan.

Suasana kegiatan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Pamekasan, Senin (26/10/2026), terasa berbeda. Gelak tawa kader Fatayat dan para santri mengisi ruangan ketika Ning Inayah Wahid tampil dengan materi komedi yang ringan, tetapi tetap membawa pesan ke-NU-an.

Di balik humor yang mengundang tawa, putri bungsu Abdurrahman Wahid ini menyampaikan harapan agar Fatayat NU terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Semoga Fatayat makin jaya, hikmahnya makin baik untuk NU, membawa kemaslahatan yang besar bagi dunia pesantren, bagi NU dan bagi Indonesia,” tutur Ning Inayah, disambut tepuk tangan peserta.

Pesan yang lebih mendalam muncul ketika ia mengutip nasihat ayahnya, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, mengenai rasa takut dan keberanian menghadapi kehidupan.

“Yang harus diingat dari Gus Dur untuk umat adalah kita ini manusia, kita pasti takut. Tapi meski takut kita jalani, kita lompati ketakutan kita karena nasib manusia sudah ditentukan,” ujarnya.

Bagi Ning Inayah, rasa takut merupakan bagian dari kehidupan manusia. Namun, ketakutan tidak semestinya menjadi alasan untuk berhenti melangkah, terlebih bagi perempuan yang ingin mengambil peran lebih besar di ruang publik.

Pesan itu kemudian ia tegaskan melalui kalimat yang mengundang respons peserta.

“Kalau takut terus, kapan majunya. Fatayat harus berani lompat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa keberanian perempuan tidak cukup berhenti pada gagasan. Perempuan juga perlu memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat, menunjukkan kemampuan, dan terlibat dalam berbagai bidang kehidupan.

Bagi Fatayat NU, pesan itu relevan dengan upaya membangun kader perempuan yang percaya diri, mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, serta tetap berpijak pada nilai-nilai keagamaan dan kemasyarakatan.

Ketua PC Fatayat NU Pamekasan menyampaikan, kegiatan stand up comedy sengaja digelar untuk mendekatkan dakwah kepada generasi muda melalui pendekatan yang lebih ringan dan membahagiakan.

Format tersebut menghadirkan suasana yang berbeda dari kegiatan keagamaan pada umumnya. Humor menjadi pintu masuk untuk membangun kedekatan dengan peserta, sementara pesan yang disampaikan tetap mengarah pada penguatan nilai dan keberanian mengambil peran.

Usai acara, Ning Inayah juga menyampaikan kesan, “Pamekasan mantap,” sebelum melanjutkan perjalanannya.

Dari panggung yang dipenuhi gelak tawa itu, satu pesan mengemuka: keberanian bukan berarti hidup tanpa rasa takut, melainkan kesediaan untuk tetap melangkah meski rasa takut masih ada. Bagi perempuan muda, termasuk kader Fatayat, keberanian itulah yang dapat menjadi awal untuk berkembang dan membawa manfaat lebih luas.

error: Konten dilindungi!!