SUMENEP | SIGAP88 — Keselamatan pelayaran tak cukup dijaga dari ruang kendali KSOP. Di laut, keselamatan bergantung pada banyak mata rantai: regulator, operator kapal, awak kapal hingga masyarakat yang menggunakan jasa transportasi.
Pesan itu ditegaskan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget, Azwar Anas, dalam rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harbubnas) 2026, Kamis (17/9/2026).
Menurut Azwar, pelayaran yang aman, nyaman, tertib dan selamat hanya dapat diwujudkan apabila seluruh pihak memiliki komitmen yang sama terhadap keselamatan.
“Instansi terkait, operator, crew kapal, dan masyarakat selalu bersinergi untuk terus berkomitmen satu visi untuk pelayaran yang aman, nyaman dan selamat,” kata Azwar.
Pernyataan tersebut menempatkan keselamatan sebagai tanggung jawab bersama, bukan sekadar urusan teknis di lingkungan otoritas pelabuhan.
Transportasi laut memiliki posisi penting bagi masyarakat kepulauan. Selain menjadi sarana mobilitas, kapal juga menjadi bagian dari jalur distribusi barang dan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, setiap unsur yang terlibat dalam aktivitas pelayaran dituntut tidak mengabaikan standar keselamatan. Operator dan awak kapal memiliki tanggung jawab dalam operasional, sementara instansi terkait menjalankan fungsi pengawasan dan pelayanan sesuai kewenangannya.
Di sisi lain, masyarakat pengguna jasa juga menjadi bagian dari ekosistem keselamatan tersebut.
Bagi KSOP Kalianget, semangat Harbubnas tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tahunan itu dinilai penting untuk kembali mengingatkan seluruh insan perhubungan bahwa pelayanan transportasi harus berjalan beriringan dengan aspek keselamatan.
“Keselamatan harus menjadi kepentingan dan tanggung jawab bersama. Dengan sinergi yang kuat, kita berharap pelayaran dapat berjalan aman, nyaman, dan selamat,” ujar Azwar.
Komitmen tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan di sektor transportasi laut.
Sebab, keselamatan pelayaran pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan teknis. Kepatuhan terhadap aturan, kedisiplinan awak kapal, koordinasi antarinstansi, kesiapan operator serta kesadaran pengguna jasa menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
Harbubnas 2026 pun menjadi pengingat bahwa di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi laut, keselamatan tetap harus ditempatkan sebagai prioritas utama.
Bukan sekadar slogan peringatan tahunan, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam setiap aktivitas pelayaran.
















