Keluarga Korban KM Virgo Transport 8 di Surabaya Dapat Pendampingan, Pendidikan Anak Jadi Perhatian Khofifah

0
211
Khofifah takziah ke keluarga korban KM Virgo Imam Soeparno di Surabaya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat takziah ke rumah keluarga Imam Soeparno, salah satu korban musibah KM Virgo Transport 8 di Benowo, Surabaya, Kamis (17/9/2026).

SURABAYA | SIGAP88 — Duka akibat tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembu belum selesai. Di rumah duka Imam Soeparno, Jalan Sememi Jaya Gang 4, Kelurahan Benowo, Surabaya, kesedihan keluarga masih terasa ketika Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa datang menyampaikan belasungkawa, Kamis (17/9/2026).

Imam Soeparno merupakan salah satu warga Jawa Timur yang menjadi korban dalam musibah pelayaran KM Virgo Transport 8.

Khofifah datang bersama Kepala Dinas Sosial Jawa Timur dan Kalaksa BPBD Jatim. Selain menyampaikan duka, gubernur juga menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum Bapak Imam Soeparno, salah satu korban tenggelamnya KM Virgo di wilayah Masalembu,” kata Khofifah.

Di tengah suasana duka, Khofifah menyampaikan doa agar seluruh dosa dan kekhilafan almarhum mendapat ampunan Allah SWT serta amal ibadahnya diterima.

“Semoga seluruh khilafnya diampuni oleh Allah SWT, amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT, dan beliau dipanggil dalam keadaan husnul khatimah,” ujarnya.

Namun, perhatian pemerintah tidak berhenti pada takziah.

Khofifah memastikan Pemprov Jatim masih melakukan pendataan dan pendampingan terhadap warga Jawa Timur yang menjadi korban maupun keluarga korban KM Virgo Transport 8.

Untuk korban yang telah teridentifikasi meninggal dunia, Dinas Sosial Jatim diminta melanjutkan kunjungan ke rumah-rumah keluarga korban di sejumlah daerah.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan keluarga tidak menghadapi masa duka seorang diri.

“Untuk warga Jawa Timur yang sudah teridentifikasi wafat, Bu Kadinsos beserta tim akan melanjutkan takziah kepada keluarga korban,” katanya.

Menunggu Kepastian dari Proses Evakuasi

Di sisi lain, proses evakuasi dan pencarian korban masih menjadi perhatian. Khofifah berharap seluruh tahapan berjalan lancar sehingga keluarga penumpang yang masih menunggu kabar memperoleh kepastian.

Ia juga menyebut proses investigasi kecelakaan laut dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Investigasi tersebut diharapkan dapat mengurai secara menyeluruh kronologi maupun faktor yang menyebabkan kecelakaan.

“Tentu kita berharap seluruh proses evakuasi yang masih terus dilakukan semuanya berjalan lancar dan bisa memberikan kabar baik bagi keluarga, terutama yang anggota keluarganya mengikuti pelayaran KM Virgo beberapa hari yang lalu,” tuturnya.

Bagi keluarga korban, kepastian bukan sekadar informasi. Kabar tentang keberadaan anggota keluarga menjadi bagian penting dari proses menghadapi musibah yang datang secara tiba-tiba.

Duka Keluarga, Masa Depan Anak Ikut Dipikirkan

Di rumah Imam Soeparno, perhatian Khofifah juga bergeser pada persoalan yang jauh lebih panjang: bagaimana keluarga melanjutkan kehidupan setelah kehilangan salah satu anggota keluarganya.

Dua anggota keluarga, Rafha Ivander Adinata, 17 tahun, dan Rakha Putra Novianto, 19 tahun, disebut masih membutuhkan dukungan untuk keberlanjutan pendidikan.

Khofifah menawarkan akses melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT).

Namun, karena keluarga belum mengetahui secara jelas mekanisme untuk mengakses program tersebut, Khofifah meminta Dinas Sosial Jatim turun langsung mendampingi.

“Nanti Bu Kadinsos saya minta timnya mengantarkan kedua anak ini untuk melihat terlebih dahulu seperti apa Sekolah Rakyat Terintegrasi,” katanya.

Keduanya berdomisili di Surabaya sehingga diarahkan untuk memperoleh akses pendidikan melalui SRT yang berada di wilayah Surabaya.

Menurut Khofifah, setelah mengetahui lingkungan dan mekanisme pembelajaran, proses pendidikan keduanya diharapkan dapat segera dilanjutkan.

Tak Hanya Pendidikan, Ekonomi Keluarga Juga Disiapkan

Persoalan keluarga korban tidak berhenti pada pendidikan.

Setelah kehilangan anggota keluarga, keberlangsungan ekonomi juga menjadi perhatian.

Khofifah mengatakan Pemprov Jatim akan membuka akses keluarga almarhum terhadap dukungan dari Baznas Jawa Timur. Bantuan tersebut antara lain dapat berupa sarana usaha seperti rombong serta dukungan melalui program zakat.

“Saya juga menyampaikan kepada Bu Novi, sebenarnya ada akses ke Baznas Jawa Timur untuk bisa menambah sumber income keluarga. Ada rombong, ada zakat, dan seterusnya,” ujarnya.

Dengan demikian, kunjungan ke rumah duka tidak semata-mata menjadi agenda takziah.

Ada persoalan yang harus dipikirkan setelah rombongan pemerintah meninggalkan rumah duka: pendidikan anak tetap berjalan, keluarga memiliki sumber penghidupan, dan pendampingan tidak berhenti pada hari pertama setelah musibah.

Khofifah memastikan komunikasi dengan keluarga akan terus dilakukan.

“Selain kami melakukan takziah, kami juga berupaya memastikan ada pendampingan untuk keluarga yang ditinggalkan,” katanya.

Keluarga Berterima Kasih

Salah satu perwakilan keluarga, Elvira, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Gubernur Jawa Timur.

Menurut Elvira, dukungan terkait pendidikan menjadi hal penting bagi keluarganya, terutama bagi anggota keluarga yang masih membutuhkan akses pendidikan.

“Terima kasih buat Ibu Gubernur karena sudah membantu keluarga kakek kami. Terima kasih banyak atas bantuannya,” ujar Elvira.

Ia mengatakan, adik-adiknya mendapat dukungan untuk melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

Bagi keluarga Imam Soeparno, musibah KM Virgo bukan hanya tentang kehilangan seseorang yang dicintai.

Setelah kabar duka datang, keluarga juga harus menata kembali kehidupan—memastikan pendidikan tetap berjalan dan kebutuhan ekonomi tetap terpenuhi.

Di titik itulah, pendampingan pemerintah diuji: bukan hanya hadir ketika kamera menyala di rumah duka, tetapi memastikan bantuan dan akses yang dijanjikan benar-benar sampai kepada keluarga setelah suasana takziah berlalu.