
SURABAYA | SIGAP88 — Tragedi tenggelamnya KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep belum berakhir. Saat sebagian keluarga masih menanti kabar orang-orang tercinta yang belum ditemukan, operasi pencarian terus berlangsung di laut, sementara penyelidikan penyebab kecelakaan terus didalami untuk mengungkap fakta di balik musibah tersebut.
Komitmen tersebut ditegaskan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto saat meninjau penanganan korban di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (3/8/2026).
Kunjungan itu menjadi sinyal bahwa fokus penanganan pemerintah tidak berhenti pada proses evakuasi, tetapi juga mencakup pendampingan keluarga korban serta pengungkapan penyebab insiden secara menyeluruh.
Kapolda hadir bersama Wakapolda Jatim Brigjen Pol. Pasma Royce, para Pejabat Utama Polda Jatim, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Mereka menyapa keluarga korban, memantau layanan yang disiapkan di posko terpadu, sekaligus memastikan koordinasi antarinstansi tetap berjalan selama operasi kemanusiaan berlangsung.
Di tengah suasana duka, Irjen Nanang menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban yang terdampak musibah tersebut.
“Kami atas nama Polda Jawa Timur turut berduka cita dan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah kecelakaan kapal laut ini. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Kapolda.
Bagi Polda Jawa Timur, ungkapan belasungkawa tidak berhenti pada empati. Komitmen itu diwujudkan melalui kerja nyata dengan mengerahkan personel Ditpolairud Polda Jatim bersama Basarnas, TNI AL, pemerintah daerah, dan seluruh unsur SAR gabungan untuk terus menyisir area pencarian hingga seluruh korban yang masih dinyatakan hilang berhasil ditemukan.
Kapolda menegaskan, operasi pencarian tidak akan dihentikan selama masih ada harapan menemukan korban.
“Korban yang belum ditemukan masih terus kami cari bersama tim gabungan. Kami berharap dan berdoa agar proses pencarian berjalan lancar sehingga seluruh korban yang masih dicari dapat segera ditemukan,” tegasnya.
Di sisi lain, perhatian kepolisian juga tertuju pada aspek penegakan hukum. Seluruh informasi yang berkembang, keterangan saksi, hingga data teknis terkait pelayaran kapal mulai dikumpulkan sebagai bagian dari proses investigasi.
Menurut Irjen Nanang, penyelidikan dilakukan secara profesional dengan melibatkan instansi yang memiliki kewenangan di bidang keselamatan pelayaran, sehingga penyebab kecelakaan dapat diungkap berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan yang komprehensif.
“Saat ini penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Kami akan bekerja sama dengan seluruh instansi terkait untuk mengungkap penyebab insiden ini secara menyeluruh,” katanya.
Polda Jawa Timur memastikan proses investigasi berjalan beriringan dengan operasi kemanusiaan sebagai bagian dari upaya mengungkap penyebab kecelakaan secara menyeluruh sesuai mekanisme yang berlaku.
Hingga kini, harapan keluarga korban masih bertumpu pada dua proses yang berjalan bersamaan: operasi pencarian yang belum berhenti dan investigasi yang terus mengurai penyebab tragedi. Bagi mereka, ditemukannya seluruh korban dan terungkapnya fakta di balik tenggelamnya KMP Mutiara Sentosa 2 menjadi jawaban yang sama-sama dinantikan.















