Kapolres Jombang Rangkul Ormas, Bahas Balap Liar hingga Peredaran Miras

0
146

JOMBANG | SIGAP88 – Persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak cukup diselesaikan melalui penegakan hukum. Komunikasi dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas daerah.

Pendekatan itulah yang dibangun Kapolres Jombang AKBP Yanto Mulyanto saat menggelar silaturahmi dan audiensi bersama sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Graha Kresna, Jalan KH Wahid Hasyim, Kabupaten Jombang, Jumat (6/11/2026).

Pertemuan yang dihadiri jajaran pejabat utama Polres Jombang tersebut menjadi ruang dialog antara kepolisian dan perwakilan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus membahas sejumlah persoalan yang berkembang di wilayah hukum Polres Jombang.

Sejumlah tokoh dan pimpinan organisasi hadir dalam kegiatan itu. Di antaranya Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang KH Cholil Hasyim, Ketua Senkom Agus, Ketua Pamdi Jombang Sulaiman, Ketua Patriot Garuda Nusantara Bayu, serta Gus Maman dari Yakuza Managers Jombang.

Dalam perkenalannya sebagai pejabat baru di lingkungan Polres Jombang, Yanto Mulyanto menyampaikan apresiasi atas hubungan kemitraan yang selama ini terjalin antara kepolisian dan berbagai organisasi masyarakat.

Ia mengajak seluruh elemen untuk tidak menjadikan perbedaan sebagai penghalang dalam membangun kebersamaan. Menurutnya, persatuan dan komunikasi menjadi modal penting untuk menjaga Jombang tetap aman dan damai.

“Mari kita hilangkan sekat-sekat perbedaan dan bersama-sama merawat Jombang agar tetap sejuk dan damai. Di tengah derasnya arus informasi dan media sosial, mari kita menjadi penyejuk serta tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau hoaks yang berpotensi memecah belah persaudaraan,” ujar Yanto.

Aspirasi Pendidikan hingga Kenakalan Remaja

Dalam forum tersebut, persoalan pendidikan turut menjadi salah satu pembahasan. Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang KH Cholil Hasyim menjelaskan, lembaganya memiliki 11 orang pengurus yang telah dilantik Bupati Jombang di Pendopo Kabupaten.

Dewan Pendidikan, kata dia, menjalankan fungsi pelayanan pengaduan masyarakat terkait berbagai persoalan pendidikan. Hingga saat ini, pihaknya telah menerima sekitar 47 pengaduan yang berkaitan dengan permasalahan pendidikan dan peserta didik.

Merespons hal itu, Kapolres menyatakan kesiapan Polres Jombang untuk membangun kolaborasi dengan Dewan Pendidikan, terutama melalui program Polisi Jogo Sekolah.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat upaya pencegahan perundungan atau bullying serta menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman bagi para pelajar.

Persoalan lain datang dari Yakuza Managers Jombang. Perwakilannya berharap komunikasi dengan Kapolres tetap terjaga, termasuk melalui kehadiran dalam kegiatan Semaan Jumat Kliwon.

Mereka juga mengusulkan agar kegiatan semaan Al-Qur’an dapat dilaksanakan di lingkungan Polres Jombang sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan dan membangun kebersamaan.

Menanggapi usulan tersebut, Kapolres menyampaikan rencana untuk kembali menyelenggarakan kegiatan Semaan Al-Qur’an di lingkungan Polres Jombang sebagai agenda rutin tahunan setiap bulan Juli. Ia juga menyatakan kesediaannya menghadiri kegiatan Semaan Jumat Kliwon apabila waktu dan kesempatan memungkinkan.

Sementara itu, Ketua Senkom Mitra Polri berharap kemitraan yang selama ini terbangun dengan kepolisian dapat terus dipertahankan. Kapolres menegaskan keterbukaan Polres Jombang untuk menerima informasi mengenai persoalan di lapangan.

Ia bahkan mempersilakan Senkom maupun elemen masyarakat lainnya menyampaikan informasi secara langsung kepada Kapolres atau Kasat Intelkam apabila menemukan persoalan yang membutuhkan perhatian kepolisian.

Perizinan Hiburan dan Peredaran Miras Jadi Sorotan

Audiensi juga menyinggung persoalan perizinan kegiatan hiburan dan peredaran minuman keras (miras).

Perwakilan Pamdi Jombang berharap ketentuan mengenai perizinan hiburan serta peredaran miras diperjelas. Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan di lapangan memiliki pedoman yang jelas dan tidak menimbulkan persoalan.

Aspirasi mengenai keamanan lingkungan juga disampaikan Ketua Patriot Garuda Nusantara, Bayu. Ia menyoroti kondisi Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo, yang masih menghadapi persoalan kenakalan remaja, termasuk aksi balap liar.

Bayu berharap kepolisian memberikan perhatian terhadap berbagai gangguan kamtibmas di wilayah tersebut, khususnya yang masuk dalam wilayah hukum Polsek Bandarkedungmulyo.

Menanggapi berbagai masukan itu, Kapolres menegaskan bahwa kepolisian akan terus melakukan penindakan terhadap peredaran miras, termasuk dalam kaitannya dengan kegiatan hiburan seperti orkes Melayu.

Evaluasi terhadap jajaran polsek juga akan dilakukan agar persoalan di setiap wilayah dapat ditangani secara lebih optimal.

Selain itu, penertiban kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong tetap menjadi perhatian dalam pelaksanaan Operasi Semeru. Penertiban tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, tetapi juga kawasan Jombang bagian barat.

Polres Jombang juga berencana meningkatkan sosialisasi kepada kalangan pelajar mengenai bahaya minuman keras, balap liar, serta penggunaan knalpot brong.

Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kamtibmas memiliki dimensi yang luas. Mulai dari lingkungan pendidikan, aktivitas hiburan, peredaran miras, hingga perilaku berkendara di kalangan remaja.

Karena itu, komunikasi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada forum audiensi, melainkan berlanjut menjadi kerja sama nyata dalam merespons persoalan di tengah masyarakat.