PAMEKASAN | SIGAP88 — Harapan warga Dusun Paninggin, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, untuk memiliki akses jalan yang lebih baik segera terwujud. Pembangunan jalan baru sepanjang 450 meter yang menjadi sasaran fisik TMMD ke-130 Kodim 0826/Pamekasan kini memasuki tahap penyelesaian.
Di tengah terik matahari, prajurit TNI bersama masyarakat masih berjibaku menuntaskan pekerjaan. Material terus diangkut, timbunan tanah dan batu diratakan, sementara alat pemadat bekerja memperkuat badan jalan agar siap digunakan.
Jalur dengan lebar tiga meter tersebut ditargetkan selesai pada Kamis (5/11/2026). Pemerintah Desa Jarin berharap, sehari setelahnya masyarakat sudah dapat memanfaatkan akses baru tersebut untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Kepala Desa Jarin, Moh. Zuhri, mengatakan penyelesaian jalan menjadi prioritas agar manfaat pembangunan segera dirasakan masyarakat.
“Insyaallah, besok sudah bisa digunakan jalan baru ini. Terima kasih atas semua kerja samanya, baik dari TNI dan warga yang bergotong royong,” kata Zuhri, Kamis(5/11/2026)
Bagi warga Paninggin, pembangunan ini bukan semata bertambahnya ruas jalan di lingkungan desa. Akses tersebut diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat, terutama anak-anak yang setiap hari berangkat ke sekolah serta warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Dampaknya juga menyentuh aktivitas ekonomi. Jalan yang lebih memadai akan membantu petani mengangkut hasil produksi dari kawasan pertanian menuju tempat pemasaran. Kelancaran distribusi menjadi salah satu faktor penting bagi kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan.
Selain pembangunan badan jalan, pekerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) menjadi bagian dari sasaran fisik di lokasi tersebut. Konstruksi ini berfungsi memperkuat struktur tanah dan menopang badan jalan agar lebih terlindungi dari risiko pergerakan maupun longsoran tanah.
Pekerjaan yang kini mendekati garis akhir itu sekaligus memperlihatkan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan desa. Prajurit TNI dan warga berbagi pekerjaan, mulai dari pengangkutan material hingga penyelesaian konstruksi.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan TMMD. Sebab, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari sejauh mana infrastruktur yang dibangun menjawab kebutuhan masyarakat.
Jalan sepanjang 450 meter itu mungkin hanya satu ruas kecil di wilayah Pamekasan. Namun, bagi warga Dusun Paninggin, keberadaannya memiliki arti lebih besar: membuka akses pendidikan, memperlancar pelayanan kesehatan, mendukung pertanian, sekaligus menghubungkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Melalui TMMD ke-130, pembangunan di Desa Jarin diharapkan tidak berhenti pada selesainya konstruksi. Pemanfaatan dan pemeliharaan jalan secara bersama-sama menjadi langkah berikutnya agar infrastruktur tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
















