
Polresta Sumenep menyiagakan tiga Posko Terpadu di Mapolresta Sumenep, Pelabuhan Kalianget dan Polsek Masalembu setelah KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak dalam pelayaran Surabaya-Banjarmasin. Pemantauan diperkuat di wilayah pesisir dan Kepulauan Masalembu, sementara data penumpang masih dalam proses verifikasi.
SUMENEP | SIGAP88 — Polresta Sumenep memperkuat kesiapsiagaan di wilayah darat dan kepulauan menyusul hilang kontaknya KM Virgo Transport 8 dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Tiga posko terpadu disiapkan sebagai bagian dari dukungan terhadap operasi pencarian dan pertolongan (SAR), sekaligus mengantisipasi kemungkinan perkembangan operasi yang berkaitan dengan wilayah perairan Sumenep.
Ketiga posko tersebut berada di Mapolresta Sumenep, Pelabuhan Kalianget, dan Polsek Masalembu.
Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu mengatakan keberadaan posko tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi dan memastikan personel siap bergerak apabila terdapat perkembangan dalam operasi pencarian.
“Ini merupakan bentuk kesiapsiagaan sekaligus dukungan kami terhadap pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR),” kata Ariek, Minggu (13/9/2026).
Koordinasi dilakukan bersama Basarnas, TNI, KSOP, pemerintah daerah, unsur kesehatan, pihak pelabuhan serta instansi terkait lainnya.
Menurut Ariek, kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan di tingkat markas, tetapi juga diperkuat di wilayah pesisir dan kepulauan.
Masalembu Jadi Titik Pemantauan
Jajaran Satpolairud Polresta Sumenep dan Polsek Masalembu meningkatkan pemantauan di wilayah perairan dan pesisir.
Personel di Kepulauan Masalembu disiagakan untuk memperkuat koordinasi apabila terdapat informasi maupun perkembangan baru terkait pencarian KM Virgo Transport 8.
Kepolisian juga meminta masyarakat pesisir, khususnya nelayan, ikut memperhatikan kondisi perairan di sekitar wilayah mereka.
Bukan untuk melakukan pencarian secara mandiri yang berisiko, melainkan segera melaporkan apabila menemukan indikasi yang berkaitan dengan kapal tersebut.
“Kami berharap masyarakat, khususnya para nelayan, bisa membantu mendeteksi kemungkinan keberadaan kapal, serpihan maupun tanda-tanda lain yang berkaitan dengan kejadian itu. Setiap informasi akan kami koordinasikan dan verifikasi bersama unsur terkait,” ujarnya.
Data Penumpang Masih Diverifikasi
Informasi mengenai hilang kontak KM Virgo Transport 8 diterima pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.05 WITA.
Data sementara yang diterima Polresta Sumenep menyebut kapal tersebut membawa sekitar 215 penumpang dan 30 kru, atau total sekitar 245 orang di atas kapal.
Namun, angka tersebut belum dinyatakan sebagai data final.
“Data tersebut masih menjadi bagian dari proses verifikasi dan pemutakhiran informasi bersama instansi yang berwenang,” kata Ariek.
Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait jumlah penumpang, kondisi kapal maupun perkembangan pencarian.
Polresta Sumenep menegaskan informasi mengenai operasi pencarian akan dikoordinasikan dengan instansi berwenang.
Antisipasi Evakuasi di Wilayah Sumenep
Selain memperkuat pemantauan, Polresta Sumenep juga menyiapkan dukungan pengamanan di sejumlah titik yang berpotensi digunakan sebagai lokasi penerimaan atau evakuasi apabila perkembangan operasi mengarah ke wilayah daratan Sumenep.
Langkah tersebut merupakan bagian dari skenario kesiapsiagaan menghadapi berbagai kemungkinan selama operasi pencarian dan pertolongan berlangsung.
Dengan tiga posko yang ditempatkan di Mapolresta Sumenep, Pelabuhan Kalianget, dan Masalembu, koordinasi diharapkan dapat berlangsung lebih cepat apabila terdapat informasi baru dari tim pencarian maupun masyarakat di wilayah perairan.
Untuk sementara, operasi pencarian tetap menjadi fokus utama, sementara masyarakat diminta tetap tenang, tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi, dan segera melaporkan informasi yang dianggap berkaitan kepada petugas atau aparat terdekat.














