Babinsa Koramil Pamekasan Dampingi Posyandu di Desa Laden, 20 Balita Dipantau Tumbuh Kembangnya

0
201

PAMEKASAN | SIGAP88 — Pemantauan kesehatan anak tidak berhenti pada saat balita sakit. Pertumbuhan dan perkembangan mereka perlu dipantau secara berkala agar setiap perubahan kondisi dapat diketahui sejak dini.

Hal itu menjadi salah satu fungsi penting Posyandu Matahari 2 di Dusun Barat, Desa Laden, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan. Jumat (11/9)

Sebanyak 20 balita mengikuti pelayanan Posyandu yang digelar di wilayah tersebut. Kegiatan turut didampingi Babinsa Koramil 0826-01/Pamekasan, Kopka Srikaton, bersama bidan Dedi Wardani, Amd.Keb., dan para kader Posyandu.

Pelayanan tidak sekadar melakukan penimbangan berat badan. Petugas juga melakukan pengukuran tinggi badan dan lingkar kepala serta memantau perkembangan balita.

Data dari pemeriksaan berkala tersebut menjadi bagian penting dalam melihat apakah pertumbuhan anak berjalan sesuai dengan tahapan usianya. Jika ditemukan indikasi adanya persoalan, kondisi itu diharapkan dapat segera diketahui untuk kemudian mendapatkan tindak lanjut.

Bagi keluarga yang memiliki balita, rutinitas datang ke Posyandu juga menjadi kesempatan untuk memperoleh informasi mengenai kesehatan dan kebutuhan gizi anak.

Di sisi lain, keberadaan kader dan tenaga kesehatan di tingkat desa membuat pemantauan dapat dilakukan lebih dekat dengan keluarga. Pola ini penting karena persoalan pertumbuhan anak sering kali membutuhkan perhatian sejak tahap awal, bukan setelah kondisinya semakin berat.

Dalam kegiatan tersebut, Kopka Srikaton ikut membantu kelancaran pelayanan sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pemantauan kesehatan balita.

Menurutnya, Posyandu memiliki peran penting karena kondisi kesehatan dan pertumbuhan anak dapat dipantau secara rutin.

“Posyandu sangat penting untuk memantau pertumbuhan dan kesehatan balita. Kami mengimbau kepada para ibu agar rutin datang ke Posyandu sehingga kondisi tumbuh kembang anak dapat diketahui sejak dini dan upaya pencegahan stunting bisa dilakukan secara bersama-sama,” ujar Kopka Srikaton.

Upaya pencegahan stunting sendiri membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Tidak hanya tenaga kesehatan, tetapi juga keluarga, kader Posyandu, pemerintah desa, serta unsur masyarakat lainnya.

Karena itu, Posyandu bukan sekadar tempat menimbang balita. Ia menjadi salah satu ruang penting untuk memastikan pertumbuhan anak terus dipantau dan keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan sejak dini.

Bagi anak, pemantauan hari ini adalah bagian dari investasi kesehatan untuk masa depan.