SURABAYA | SIGAP88 — Jejaring alumni perguruan tinggi tidak harus berhenti sebagai ruang silaturahmi. Di tangan yang tepat, jaringan tersebut dapat menjadi penghubung kepentingan antardaerah, membuka akses pendidikan, mempertemukan pelaku usaha, sekaligus memperkuat pertukaran sumber daya manusia.
Gagasan itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni (IKA) Universitas Airlangga (UNAIR), Khofifah Indar Parawansa, dalam Forum Silaturahmi IKA UNAIR Provinsi Kalimantan Utara.
Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi SIGAP88.com, Kamis (10/9), Khofifah yang juga Gubernur Jawa Timur mendorong jejaring alumni UNAIR di Kalimantan Utara mengambil peran lebih jauh dalam membangun koneksi antara Jawa Timur dan Kalimantan Utara.
Kerja sama yang ditawarkan tidak sebatas hubungan kelembagaan alumni. Sejumlah sektor konkret disebut memiliki peluang untuk dikembangkan, mulai dari pendidikan, peternakan, penguatan sumber daya manusia (SDM), hingga rantai pasok dan konektivitas logistik.
Membuka Jalan Pendidikan bagi Anak Perbatasan
Salah satu persoalan yang muncul dalam forum adalah akses pendidikan bagi generasi muda Kalimantan Utara yang ingin melanjutkan studi ke Pulau Jawa.
Khofifah menyebut Jawa Timur memiliki kebijakan yang memungkinkan peserta didik dari luar provinsi memperoleh akses ke sekolah berasrama yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Ada kebijakan alokasi kuota penerimaan siswa baru pada sekolah berasrama (boarding school) di Jawa Timur yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Khusus kuota luar daerah sebesar 20 persen kapasitas sekolah disediakan khusus untuk siswa dari luar Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.
Peluang tersebut dinilai relevan bagi Kalimantan Utara, khususnya anak-anak yang tinggal di kawasan perbatasan dan membutuhkan akses pendidikan yang lebih luas.
Khofifah bahkan mendorong agar peluang tersebut tidak berhenti sebagai informasi, melainkan dibangun melalui kerja sama resmi antarpemerintah daerah.
Dinas Pendidikan Kalimantan Utara dan Dinas Pendidikan Jawa Timur, menurut dia, dapat membangun nota kesepahaman (MoU) dengan jejaring IKA UNAIR sebagai salah satu penghubung.
“Seat 20 persen ini bisa menjadi ruang bagi anak-anak Kaltara, terutama dari wilayah perbatasan,” katanya.
Jika gagasan tersebut ditindaklanjuti, jejaring alumni tidak hanya berfungsi mempertemukan lulusan sebuah perguruan tinggi, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk bagi generasi muda daerah untuk mendapatkan akses pendidikan di luar wilayahnya.
Peluang Peternakan: Bukan Sekadar Jual-Beli Ternak
Ruang kolaborasi lain yang disoroti adalah sektor peternakan.
Khofifah melihat jejaring alumni UNAIR dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan pelaku usaha Jawa Timur dengan pelaku usaha di Kalimantan Utara melalui skema business matching.
Sektor peternakan sapi menjadi salah satu contoh yang disebut.
“Ini bisa kita fasilitasi untuk business matching. Kita bangun jejaring, kita pertemukan supply chain antara Jawa Timur dan Kalimantan Utara,” jelasnya.
Kerja sama tersebut dapat dibangun dari sisi hulu hingga hilir. Bukan hanya perdagangan ternak, tetapi juga menyangkut penyediaan bibit, budidaya, peningkatan kualitas ternak, teknologi reproduksi hingga distribusi.
Jawa Timur memiliki sejumlah ekosistem pendukung peternakan, termasuk fasilitas Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) milik Kementerian Pertanian.
Khofifah menyebut potensi bibit ternak seperti Wagyu, Belgian Blue dan Peranakan Ongole sebagai bagian dari sumber daya yang dapat dikoneksikan dengan kebutuhan pengembangan peternakan di Kalimantan Utara.
Dengan pendekatan tersebut, peluang kerja sama tidak semata dilihat dari transaksi komoditas, tetapi bagaimana kedua wilayah dapat saling melengkapi dalam membangun rantai produksi dan distribusi.
Surabaya dan Persoalan Rantai Pasok
Untuk mendukung kerja sama ekonomi lintas wilayah, persoalan logistik menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan.
Khofifah menilai Jawa Timur memiliki posisi strategis karena Surabaya merupakan salah satu simpul penting konektivitas dan distribusi nasional.
Ia menyebut 24 dari 41 trayek tol laut berangkat dari Surabaya.
“Jadi kalau kita bicara supply chain, Jawa Timur punya modal yang cukup kuat. Dari 41 jalur tol laut, 24 di antaranya dari Surabaya. Kemudian di Jatim ada BBIB Singosari milik Kementan. Ini semua bisa kita koneksikan untuk memperkuat kerja sama dengan Kaltara,” tegasnya.
Menurut Khofifah, kombinasi antara jaringan logistik, sumber daya peternakan, pelaku usaha dan jejaring alumni dapat menjadi modal untuk membangun hubungan ekonomi yang lebih terstruktur antara kedua wilayah.
Di sinilah peran alumni dapat diperluas. Mereka dapat menjadi penghubung yang mempertemukan pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha dan berbagai pihak yang memiliki kepentingan dalam pengembangan daerah.
Ujian Kolaborasi Ada Setelah Forum Berakhir
Gagasan membangun kerja sama lintas daerah pada akhirnya tidak cukup berhenti pada forum dialog.
Dibutuhkan pemetaan kebutuhan, pihak yang bertanggung jawab, bentuk program, mekanisme kerja sama serta ukuran keberhasilan agar gagasan tersebut tidak berakhir sebagai daftar peluang di atas kertas.
Khofifah berharap IKA UNAIR di Kalimantan Utara dapat mengambil peran dalam proses tersebut.
Ia mengajak para alumni membangun kesamaan pemikiran dengan terlebih dahulu mempertemukan kebutuhan Kalimantan Utara dengan potensi yang dimiliki Jawa Timur.
“Cak dan Ning semua, terima kasih. Saya kira ini semuanya hal yang sangat substantif. Mari kita bangun meeting of minds, kita cocokkan pikiran, kita lihat apa kebutuhan Kaltara dan apa yang bisa juga dikontribusikan Jawa Timur agar saling menguatkan,” pungkasnya.
Dari pendidikan anak-anak perbatasan hingga pengembangan peternakan dan rantai pasok, gagasan yang ditawarkan menunjukkan bahwa jejaring alumni dapat memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar menjaga hubungan antarlulusan.
Namun, ukuran keberhasilannya bukan terletak pada seberapa ramai forum digelar. Ukuran sebenarnya adalah apakah jejaring tersebut mampu melahirkan kerja sama yang konkret, terukur, dan memberi manfaat bagi masyarakat di dua daerah.


















