
SUMENEP | Sigap88 – Masyarakat Kepulauan Kangean di dua Kecamatan, yakni Kecamatan Arjasa dan Kecamatan Kangayan kian resah, karena info yang ia terima bahwa tanker yang sandar di pelabuhan Batu Guluk adalah tanker muat solar untuk PLTD atau PLN di Kangean.
“Masyarakat di dua kecamatan tersebut sempat bahagia ada tanker sandar di pelabuhan Batu Guluk, tapi tanker tersebut di ketahui muat BBM-nya PLN,” kata tokoh pemuda Kecamatan Arjasa, Ali. Sabtu (05/04).
Menurutnya saat ini BBM jenis pertalite di pasaran sudah kosong, dan akan terjadi kelangkaan BBM.
“Info yang kami terima dari orang APMS, tanker BBM akan datang ke kangean hari Selasa,” ujarnya.
Hal ini sambung Ali, akan berakibat fatal, segala aktifitas akan lumpuh, termasuk ekonomi masyarakat Kangean lumpuh juga.
Terpisah, Hariyanto mengatakan, apabila ini benar terjadi, BBM masih hari Selasa sampai ke Kangean, masyarakat betul betul resah.
“Aktivitas akan lumpuh total, bahkan ekonomi masyarakat lumpuh tegasnya.
Setidaknya, sambung salah satu aktivis ini menyebut, hal ini dikarenakan pemerintah kurang peka melihat permasalahan di kepulauan, termasuk masalah BBM ini.
“Pemerintah daerah apatis terhadap permasalahan wilayah kepulauan, dan kami mendesak pemerintah daerah dan wakil wakil rakyat kami yang ada di DPRD Sumenep untuk memikirkan nasib warga kepulauan,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Arjasa Aynizar Sukma saat di hubungi melalui sambungan teleponnya mengatakan bahwa tanker yang sandar di pelabuhan Batu Guluk dua hari yang lalu muat BBM milik PLN.
“Tanker yang sandar di pelabuhan Batu Guluk mulai dua hari lalu muat BBM punya PLN bukan untuk APMS,” ungkap Nizar.
Sedangkan tanker muat BBM untuk APMS pihaknya tidak bisa menentukan kapan tanker untuk BBM APMS tiba. “Masih belum Mas, masih kami coba cari info dulu,” jelasnya.













